Untuk menggambar plot Bode, pertama faktorkan fungsi alih, lalu tambahkan pengaruh tiap gain, pole, dan zero pada sumbu frekuensi logaritmik. Biasanya Anda membuat dua grafik: magnitudo dalam dB dan fase dalam derajat untuk G(jω)G(j\omega).

Untuk fungsi alih G(s)G(s), besaran standarnya adalah

magnitude in dB=20log10G(jω)\text{magnitude in dB} = 20 \log_{10} |G(j\omega)|

dan

phase=G(jω).\text{phase} = \angle G(j\omega).

Penyederhanaan utamanya adalah bahwa perkalian pada fungsi alih berubah menjadi penjumlahan pada plot Bode. Itulah sebabnya ekspresi yang rumit tetap bisa dibuat sketsanya dengan tangan.

Cara Cepat Menggambar Plot Bode

Gunakan urutan ini:

  1. Tulis ulang fungsi alih sebagai faktor-faktor sederhana.
  2. Tandai setiap frekuensi patah pada sumbu frekuensi logaritmik.
  3. Tambahkan kontribusi magnitudo dari tiap faktor dalam dB.
  4. Tambahkan kontribusi fase dari tiap faktor.

Bentuk faktorisasi yang umum adalah

G(s)=K(1+s/ωz)sm(1+s/ωp).G(s) = K \frac{\prod (1 + s / \omega_z)}{s^m \prod (1 + s / \omega_p)}.

Di sini, KK adalah gain konstan, setiap ωz\omega_z adalah frekuensi zero, dan setiap ωp\omega_p adalah frekuensi pole.

Pengaruh Tiap Faktor

Gain Konstan KK

  • Magnitudo: tambahkan 20log10K20 \log_{10}|K| dB di semua frekuensi.
  • Fase: tambahkan 00^\circ jika K>0K > 0. Jika K<0K < 0, fase berbeda sebesar 180180^\circ tergantung konvensi sudut yang dipakai.

Zero Pada ωz\omega_z

Untuk faktor (1+s/ωz)(1 + s / \omega_z):

  • Magnitudo: sekitar 00 dB sebelum ωz\omega_z, lalu kemiringan +20+20 dB/dekade setelah ωz\omega_z.
  • Fase: naik dari sekitar 00^\circ ke sekitar +90+90^\circ selama transisi di sekitar ωz\omega_z.

Pole Pada ωp\omega_p

Untuk faktor (1+s/ωp)(1 + s / \omega_p) di penyebut:

  • Magnitudo: sekitar 00 dB sebelum ωp\omega_p, lalu kemiringan 20-20 dB/dekade setelah ωp\omega_p.
  • Fase: turun dari sekitar 00^\circ ke sekitar 90-90^\circ selama transisi di sekitar ωp\omega_p.

Pole Atau Zero Di Titik Asal

Untuk faktor ss di penyebut:

  • Magnitudo: kemiringan 20-20 dB/dekade pada semua frekuensi.
  • Fase: konstan 90-90^\circ.

Untuk faktor ss di pembilang:

  • Magnitudo: kemiringan +20+20 dB/dekade pada semua frekuensi.
  • Fase: konstan +90+90^\circ.

Garis-garis lurus ini adalah asimtot, bukan kurva eksak. Di dekat frekuensi patah, grafik sebenarnya melengkung dengan halus.

Contoh Lengkap: Gambar G(s)=10s(1+s/10)G(s) = \frac{10}{s(1 + s / 10)}

Contoh ini memiliki satu gain konstan, satu pole di titik asal, dan satu pole orde satu pada ω=10\omega = 10. Ini cukup untuk menunjukkan seluruh proses sketsa tanpa aljabar tambahan.

Langkah 1: Substitusikan s=jωs = j\omega

G(jω)=10jω(1+jω/10).G(j\omega) = \frac{10}{j\omega(1 + j\omega / 10)}.

Langkah 2: Buat Sketsa Plot Magnitudo

Magnitudo eksaknya adalah

|G(j\omega)| = \frac\{10\}\{\omega \sqrt\{1 + (\omega / 10)^2\}}.

Jadi magnitudo eksak dalam desibel adalah

20log10G(jω)=2020log10ω10log10(1+(ω/10)2).20 \log_{10}|G(j\omega)| = 20 - 20 \log_{10}\omega - 10 \log_{10}\left(1 + (\omega / 10)^2\right).

Untuk sketsa tangan, lebih cepat jika menambahkan kontribusi per faktor:

  • Gain 1010: +20+20 dB di semua frekuensi.
  • Pole di titik asal: kemiringan 20-20 dB/dekade di semua frekuensi.
  • Pole pada 1010: tidak ada tambahan kemiringan sebelum ω=10\omega = 10, lalu tambahan 20-20 dB/dekade setelahnya.

Jadi kemiringan totalnya adalah:

  • 20-20 dB/dekade untuk ω<10\omega < 10
  • 40-40 dB/dekade untuk ω>10\omega > 10

Gunakan satu titik acuan untuk menempatkan garis. Pada ω=1\omega = 1,

|G(j1)| \approx \frac\{10\}\{1 \cdot \sqrt\{1 + 0.1^2\}} \approx 9.95,

sehingga

20log10(9.95)20 dB.20 \log_{10}(9.95) \approx 20 \text{ dB}.

Ini menempatkan sketsa garis lurus di sekitar 2020 dB pada ω=1\omega = 1. Nilainya mencapai sekitar 00 dB pada ω=10\omega = 10, lalu turun dengan kemiringan 40-40 dB/dekade setelah frekuensi patah.

Pada frekuensi sudut, kurva eksak lebih rendah daripada asimtot. Untuk pole orde satu, selisihnya sekitar 33 dB, jadi di sini

|G(j10)| = \frac\{10\}\{10\sqrt\{2\}} = \frac\{1\}\{\sqrt\{2\}},

yaitu sekitar 3-3 dB.

Langkah 3: Buat Sketsa Plot Fase

Fase adalah jumlah dari kontribusi fase:

  • pole di titik asal: 90-90^\circ
  • pole pada 1010: tan1(ω/10)-\tan^{-1}(\omega / 10)

Jadi fase eksaknya adalah

G(jω)=90tan1(ω/10).\angle G(j\omega) = -90^\circ - \tan^{-1}(\omega / 10).

Ini memberi tiga titik pemeriksaan yang jelas:

  • Pada frekuensi sangat rendah, fase mendekati 90-90^\circ.
  • Pada ω=10\omega = 10, fase adalah 135-135^\circ.
  • Pada frekuensi sangat tinggi, fase mendekati 180-180^\circ.

Untuk sketsa cepat, gunakan pendekatan orde satu yang umum: mulai perubahan fase di sekitar ωp/10\omega_p / 10, melewati 45-45^\circ pada ωp\omega_p, dan selesai dekat 10ωp10\omega_p. Di sini penurunan fase tambahan terjadi kira-kira dari ω=1\omega = 1 sampai ω=100\omega = 100.

Apa yang Diberitahukan Plot Bode yang Sudah Jadi

Setelah sketsa selesai, Anda bisa membaca perilakunya dengan cepat.

  • Frekuensi tinggi diredam lebih kuat daripada frekuensi rendah pada contoh ini.
  • Frekuensi patah di ω=10\omega = 10 adalah titik saat roll-off menjadi lebih curam.
  • Keterlambatan fase bertambah saat frekuensi meningkat.

Kombinasi ini khas untuk respons low-pass dengan sebuah integrator.

Kesalahan Umum pada Plot Bode

  • Menggunakan sumbu frekuensi linear, bukan logaritmik.
  • Mengalikan magnitudo pada grafik, bukan menjumlahkannya dalam dB.
  • Menggunakan 10log1010 \log_{10} untuk rasio amplitudo. Untuk magnitudo fungsi alih, gunakan 20log10G(jω)20 \log_{10}|G(j\omega)|.
  • Lupa ada pole atau zero di titik asal, yang mengubah kemiringan di semua frekuensi.
  • Menganggap sketsa garis lurus sebagai kurva eksak di dekat frekuensi sudut.

Kapan Plot Bode Digunakan

Plot Bode berguna saat Anda ingin mengetahui bagaimana suatu sistem merespons frekuensi yang berbeda.

  • Dalam elektronika, plot ini menggambarkan filter dan penguat.
  • Dalam kendali, plot ini membantu memperkirakan bandwidth, perilaku crossover, dan keterlambatan fase.
  • Dalam pemrosesan sinyal, plot ini menunjukkan frekuensi mana yang dilewatkan atau ditekan.

Plot ini sangat membantu ketika sistem bersifat linear dan tak berubah waktu, serta fungsi alihnya dapat ditulis dalam bentuk pole dan zero.

Coba Sketsa Serupa

Coba versi Anda sendiri dengan

G(s)=5(1+s/2)s(1+s/20).G(s) = \frac{5(1 + s / 2)}{s(1 + s / 20)}.

Tandai frekuensi patah terlebih dahulu, lalu tambahkan perubahan kemiringan dan fase satu faktor pada satu waktu. Jika ingin melangkah lebih jauh, bandingkan sketsa Anda dengan alat pembuat grafik dan periksa di mana pendekatan garis lurus paling berbeda.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →