Biner, oktal, dan heksadesimal semuanya adalah sistem nilai tempat. Perbedaannya terletak pada basisnya. Biner berbasis 22, oktal berbasis 88, dan heksadesimal berbasis 1616. Setelah ide ini dipahami, simbol-simbolnya tidak lagi terasa misterius.

Dalam setiap sistem bilangan posisional, setiap tempat adalah pangkat dari basis. Dalam basis 1010, nilai tempatnya adalah 11, 1010, 100100, dan seterusnya. Dalam basis 22, nilai tempatnya adalah 11, 22, 44, 88, 1616, dan seterusnya. Aturan yang sama berlaku untuk semua basis.

Simbol yang Digunakan Tiap Sistem Bilangan

Biner hanya menggunakan digit 00 dan 11.

Oktal menggunakan digit 00 sampai 77.

Heksadesimal menggunakan 1616 simbol: 00 sampai 99, lalu AA sampai FF untuk nilai 1010 sampai 1515.

Artinya, satu digit heksadesimal dapat memuat lebih banyak informasi daripada satu digit biner karena satu posisi heksa dihitung dalam pangkat 1616, bukan pangkat 22.

Intuisi Utama

Sebuah bilangan tidak berubah nilainya hanya karena ditulis dalam basis yang berbeda. Yang berubah hanyalah representasinya.

Sebagai contoh, bilangan basis-1010 4545 tetap merupakan kuantitas yang sama, baik ditulis dalam biner, oktal, maupun heksadesimal. Basis yang berbeda seperti bahasa yang berbeda untuk jumlah yang sama.

Satu Contoh Kuat: Tulis 4545 Dalam Biner, Oktal, dan Heksa

Mulai dari basis 1010.

45=32+8+4+145 = 32 + 8 + 4 + 1

Itu adalah pangkat-pangkat dari 22:

32=25,8=23,4=22,1=2032 = 2^5,\quad 8 = 2^3,\quad 4 = 2^2,\quad 1 = 2^0

Jadi bentuk binernya memiliki 11 pada posisi 252^5, 232^3, 222^2, dan 202^0:

4510=101101245_{10} = 101101_2

Sekarang gunakan bentuk biner untuk mendapatkan oktal. Karena 8=238 = 2^3, kelompokkan digit biner menjadi kelompok berisi 33 dari kanan:

1011012=101 1012101101_2 = 101\ 101_2

Setiap kelompok menjadi satu digit oktal:

1012=5,1012=5101_2 = 5,\quad 101_2 = 5

Jadi

4510=55845_{10} = 55_8

Sekarang cari bentuk heksadesimal. Karena 16=2416 = 2^4, kelompokkan digit biner menjadi kelompok berisi 44 dari kanan. Tambahkan nol di depan jika diperlukan:

1011012=0010 11012101101_2 = 0010\ 1101_2

Lalu ubah setiap kelompok:

00102=2,11012=13=D0010_2 = 2,\quad 1101_2 = 13 = D

Jadi

4510=2D1645_{10} = 2D_{16}

Ketiga bentuk tersebut menyatakan kuantitas yang sama:

4510=1011012=558=2D1645_{10} = 101101_2 = 55_8 = 2D_{16}

Kesalahan yang Sering Terjadi

Salah satu kesalahan umum adalah lupa bahwa basis mengubah nilai tempat. Deretan 101101 tidak berarti sama dalam basis 22, basis 88, dan basis 1010.

Kesalahan lain adalah menggunakan digit yang tidak diizinkan oleh basis tersebut. Misalnya, 22 tidak dapat muncul dalam bilangan biner, dan 88 tidak dapat muncul dalam bilangan oktal.

Siswa juga sering salah mengelompokkan digit biner saat mengubah ke oktal atau heksadesimal. Kelompokkan dari kanan, dan tambahkan nol di depan jika perlu agar kelompoknya lengkap.

Kapan Sistem Bilangan Ini Digunakan

Biner adalah bahasa dasar sistem digital karena sakelar secara alami memiliki dua keadaan. Oktal dan heksadesimal adalah cara yang lebih ringkas untuk menulis deretan biner yang panjang.

Anda tidak perlu belajar ilmu komputer untuk memahami ide matematikanya. Sistem-sistem ini tetap penting karena melatih aturan inti di balik semua notasi posisional: nilai bergantung pada basis dan posisinya.

Coba Konversi Serupa

Coba ubah 581058_{10} ke dalam biner, oktal, dan heksadesimal. Mula-mula tulis sebagai jumlah pangkat-pangkat 22, lalu kelompokkan digit binernya untuk mendapatkan dua bentuk lainnya.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →