Diagram Venn menampilkan himpunan sebagai daerah yang saling tumpang tindih. Diagram ini membantu Anda melihat apa yang hanya ada di satu himpunan, apa yang dimiliki bersama, dan apa yang berada di luar kedua himpunan tetapi masih di dalam himpunan semesta.

Untuk dua himpunan AA dan BB, ada dua gagasan yang paling penting:

  • irisan ABA \cap B adalah daerah tumpang tindih
  • gabungan ABA \cup B adalah semua yang ada di salah satu himpunan

Jika sebuah soal melibatkan kategori yang saling tumpang tindih, diagram Venn sering menjadi cara tercepat untuk menyusun informasi sebelum menghitung apa pun.

Cara membaca setiap bagian pada diagram Venn

Untuk dua himpunan AA dan BB, diagram Venn dasar memiliki empat daerah yang berguna:

  • hanya di AA
  • hanya di BB
  • di AA dan BB
  • tidak di keduanya, tetapi masih di himpunan semesta UU

Daerah tumpang tindih adalah bagian yang paling sering salah ditempatkan oleh siswa. Jika suatu elemen termasuk dalam kedua himpunan, elemen itu tidak diletakkan di kedua lingkaran secara terpisah. Elemen itu diletakkan satu kali, di daerah tengah yang sama-sama dimiliki.

Inilah alasan diagram Venn membantu mencegah penghitungan ganda.

Arti irisan, gabungan, dan komplemen

Operasi himpunan utama sesuai dengan bagian yang terlihat pada diagram:

  • ABA \cap B: hanya daerah tumpang tindih
  • ABA \cup B: semua yang dicakup oleh salah satu lingkaran
  • AcA^c: semua yang ada di UU tetapi tidak ada di AA

Bagian terakhir itu bergantung pada himpunan semesta. Jika UU berubah, komplemennya juga bisa berubah.

Untuk soal menghitung dengan himpunan berhingga, aturan kuncinya adalah:

AB=A+BAB|A \cup B| = |A| + |B| - |A \cap B|

Di sini A|A| berarti banyaknya elemen dalam AA. Anda mengurangkan irisan satu kali karena elemen-elemen itu sudah dihitung di A|A| dan B|B|.

Contoh dikerjakan: siswa dalam dua klub

Misalkan sebuah kelas memiliki 3030 siswa.

  • 1818 berada di klub seni
  • 1212 berada di klub catur
  • 55 berada di kedua klub

Misalkan AA adalah himpunan klub seni dan BB adalah himpunan klub catur.

Mulailah dari daerah tumpang tindih:

AB=5|A \cap B| = 5

Sekarang isi bagian yang tidak tumpang tindih:

hanya A=185=13\text{hanya }A = 18 - 5 = 13 hanya B=125=7\text{hanya }B = 12 - 5 = 7

Jadi banyak siswa yang berada di setidaknya salah satu dari dua klub tersebut adalah:

AB=18+125=25|A \cup B| = 18 + 12 - 5 = 25

Maka tersisa:

tidak keduanya=3025=5\text{tidak keduanya} = 30 - 25 = 5

Diagram Venn yang baik untuk soal ini akan menunjukkan:

  • 1313 di daerah hanya seni
  • 55 di daerah tumpang tindih
  • 77 di daerah hanya catur
  • 55 di luar kedua lingkaran

Satu gambar itu langsung menjawab beberapa pertanyaan sekaligus: kedua klub, tepat satu klub, setidaknya satu klub, dan tidak satu pun klub.

Kesalahan umum pada diagram Venn

Menempatkan daerah tumpang tindih dua kali

Jika 55 siswa berada di kedua kelompok, jangan letakkan angka 55 itu sekali di AA dan sekali di BB. Letakkan di daerah bersama, lalu kurangkan dari masing-masing total saat Anda mengisi bagian luar.

Mencampuradukkan gabungan dengan irisan

Gabungan berarti semua yang ada di salah satu himpunan. Irisan berarti hanya yang dimiliki bersama oleh himpunan-himpunan itu. Jika pertanyaan mengatakan "keduanya", yang diminta adalah daerah tumpang tindih, bukan seluruh daerah arsiran dari kedua lingkaran.

Melupakan himpunan semesta

Kata-kata seperti "tidak keduanya" dan notasi seperti AcA^c memerlukan semesta yang jelas. Tanpa UU, daerah luar tidak terdefinisi sepenuhnya.

Menganggap gambar dibuat sesuai skala

Dalam banyak soal sekolah, diagram Venn hanyalah peta logis. Ukuran lingkaran yang tepat biasanya tidak mewakili jumlah yang tepat kecuali soal menyatakannya.

Kapan diagram Venn digunakan

Diagram Venn paling berguna ketika soal memiliki kategori yang saling tumpang tindih. Ini mencakup teori himpunan dasar, soal menghitung, hasil survei, dan pertanyaan peluang yang dibangun dari kejadian seperti ABA \cup B dan ABA \cap B.

Diagram ini juga berguna dalam logika, ketika daerah dapat mewakili pernyataan atau kategori. Nilai sebenarnya bukan pada lingkarannya sendiri. Nilainya ada pada kebiasaan memisahkan "hanya di sini", "hanya di sana", dan "di keduanya" sebelum menyelesaikan soal.

Coba soal serupa

Coba soal ini sendiri: sebuah kelas memiliki 2828 siswa, 1616 berada di satu kelompok, 1111 berada di kelompok lain, dan 44 berada di keduanya. Isi daerah tumpang tindih terlebih dahulu, lalu cari dua daerah yang tidak tumpang tindih, gabungan, dan banyaknya yang tidak berada di kedua kelompok.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →