Teori himpunan mempelajari kumpulan objek yang disebut himpunan. Untuk sebagian besar soal tingkat sekolah, gagasan utamanya adalah elemen, himpunan bagian, gabungan, irisan, selisih, dan komplemen terhadap suatu himpunan semesta.
Jika itu terdengar abstrak, bayangkan mengelompokkan benda ke dalam beberapa kelompok dan melacak bagian yang saling tumpang tindih. Itulah tepatnya alasan teori himpunan dan diagram Venn muncul dalam pencacahan, logika, dan peluang.
Definisi teori himpunan: elemen, keanggotaan, dan himpunan bagian
Jika , maka bilangan adalah elemen dari , ditulis . Bilangan bukan elemen dari , ditulis .
Himpunan bagian adalah himpunan yang semua elemennya termasuk dalam himpunan lain. Jika , maka karena setiap elemen juga ada di .
Kesamaan himpunan ditentukan oleh isinya, bukan urutannya. Himpunan dan sama karena memuat elemen yang sama.
Operasi himpunan: gabungan, irisan, selisih, dan komplemen
Untuk dua himpunan dan , operasi yang paling umum adalah:
- Gabungan: berarti semua elemen yang ada di atau di atau di keduanya.
- Irisan: berarti elemen yang ada di kedua himpunan.
- Selisih: berarti elemen di yang tidak ada di .
- Komplemen: berarti semua yang tidak ada di , tetapi hanya setelah himpunan semesta ditentukan.
Syarat terakhir itu penting. Komplemen tidak bersifat mutlak. Jika himpunan semesta berubah, komplemennya juga bisa berubah.
Cara membaca diagram Venn untuk himpunan
Diagram Venn adalah gambar himpunan sebagai daerah, biasanya berupa lingkaran di dalam persegi panjang untuk himpunan semesta. Bagian yang bertumpang tindih menunjukkan irisan. Luas gabungan kedua lingkaran menunjukkan gabungan.
Ini penting karena banyak kesalahan muncul akibat tertukar antara tiga daerah yang berbeda:
- hanya di
- hanya di
- di dan
Jika Anda memisahkan daerah-daerah itu terlebih dahulu, operasinya biasanya menjadi jelas.
Contoh soal: gabungan, irisan, selisih, dan komplemen
Misalkan
dan himpunan semestanya adalah
Mulailah dari bagian yang bertumpang tindih. Elemen yang ada di kedua himpunan adalah dan , jadi
Sekarang kumpulkan semua elemen yang muncul di salah satu himpunan:
Lalu hapus dari semua elemen yang juga muncul di . Hasilnya adalah
Untuk komplemen dari , lihat ke dalam himpunan semesta dan ambil semua yang tidak ada di :
Dalam diagram Venn, dan akan ditempatkan di bagian tumpang tindih, dan hanya di lingkaran , dan hanya di lingkaran , dan serta tetap berada di luar kedua lingkaran tetapi masih di dalam persegi panjang untuk .
Cara cepat memilih operasi himpunan yang tepat
Petunjuk bahasa berikut biasanya mengarah ke operasi yang tepat:
- "di atau " biasanya berarti
- "di keduanya" biasanya berarti
- "di tetapi tidak di " biasanya berarti
- "tidak di " biasanya berarti , tetapi hanya setelah jelas
Sering kali itu sudah cukup untuk memilih operasi yang tepat sebelum menghitung apa pun.
Kesalahan umum dalam teori himpunan
Mencampuradukkan gabungan dan irisan. Gabungan adalah semua elemen yang ada di salah satu himpunan. Irisan hanya bagian yang bertumpang tindih. Jika soal menanyakan apa yang dimiliki bersama oleh dua kelompok, gabungan terlalu luas.
Lupa menentukan himpunan semesta untuk komplemen. Menulis tanpa menyatakan membuat maknanya tidak lengkap, karena komplemen bergantung pada keseluruhan himpunan tempat Anda bekerja.
Tertukar antara notasi elemen dan himpunan bagian. Pernyataan membahas satu elemen. Pernyataan membahas sebuah himpunan yang memuat elemen tersebut. Keduanya berkaitan, tetapi bukan pernyataan yang sama.
Menghitung ganda elemen yang sama. Ketika dua himpunan saling tumpang tindih, menjumlahkan banyak anggotanya secara langsung akan menghitung bagian tumpang tindih dua kali. Dalam kasus itu,
Aturan ini adalah salah satu alasan diagram Venn sangat berguna dalam soal pencacahan dan peluang.
Di mana teori himpunan digunakan
Teori himpunan muncul dalam peluang, logika, basis data, dan hampir setiap cabang matematika tingkat lanjut. Dalam soal tingkat sekolah, teori himpunan sangat berguna ketika Anda perlu menyusun kategori, melacak tumpang tindih, atau menghitung hasil dengan cermat.
Jika soal peluang menanyakan siswa yang berolahraga, bahasa yang dikuasai seseorang, atau hasil dengan sifat yang sama, gambaran himpunan sering menjadi cara tercepat menuju jawaban.
Coba soal teori himpunan yang mirip
Pilih dua himpunan kecil, misalnya kelipatan dan kelipatan di dalam . Tentukan gabungan, irisan, selisih, dan komplemennya, lalu buat sketsa diagram Venn dan periksa apakah setiap bilangan berada di daerah yang tepat.
Butuh bantuan mengerjakan soal?
Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.
Buka GPAI Solver →