Tabel kebenaran menampilkan setiap kemungkinan kombinasi nilai kebenaran untuk suatu pernyataan dan memberi tahu apakah hasil akhirnya benar atau salah pada tiap kasus. Jika Anda ingin memahami AND, OR, NOT, XOR, atau implikasi dengan cepat, tabel kebenaran biasanya menjadi titik awal yang paling jelas.
Operator utama di halaman ini mengikuti sekumpulan aturan pasti yang singkat:
- bernilai benar hanya jika keduanya benar.
- bernilai benar jika setidaknya salah satunya benar.
- membalik nilai kebenaran dari .
- bernilai benar jika tepat salah satunya benar.
- bernilai salah hanya ketika benar dan salah.
Tabel Kebenaran untuk AND, OR, NOT, XOR, dan Implikasi
Untuk dua pernyataan dan , ada empat kemungkinan baris masukan: , , , dan . Tabel kebenaran yang lengkap harus memuat keempatnya.
| T | T | T | T | F | T | F |
| T | F | F | T | T | F | F |
| F | T | F | T | T | T | T |
| F | F | F | F | F | T | T |
Jika Anda hanya mengingat satu tabel kebenaran, inilah yang perlu disimpan. Sebagian besar soal logika pengantar cukup diselesaikan dengan membaca salah satu kolom ini dengan benar.
Arti Tiap Simbol Logika
AND Berarti Keduanya
bernilai benar hanya ketika kedua masukan benar.
Itulah sebabnya kolom AND hanya memiliki satu baris yang benar.
OR Berarti Setidaknya Satu
bernilai benar ketika satu masukan benar atau ketika keduanya benar.
Inilah makna OR yang inklusif. Jika suatu soal menginginkan "yang satu atau yang lain, tetapi tidak keduanya," maka seharusnya menggunakan XOR.
NOT Membalik Satu Pernyataan
mengubah benar menjadi salah dan salah menjadi benar.
NOT berbeda dari operator lain di sini karena bekerja pada satu pernyataan, bukan dua pernyataan.
XOR Berarti Tepat Satu
bernilai benar ketika kedua masukan berbeda.
Jadi dua baris tengah bernilai benar, dan baris saat dan sama bernilai salah.
Implikasi Punya Satu Kasus Salah
bernilai salah hanya ketika benar dan salah.
Aturan itu bisa terasa aneh pada awalnya karena implikasi dalam logika tidak berarti "menyebabkan" seperti dalam bahasa sehari-hari. Artinya, klaim "jika , maka " hanya gagal ketika terjadi tetapi tidak.
Contoh Dikerjakan: Mengapa Hanya Salah Sekali
Misalkan berarti "Bilangan habis dibagi 4" dan berarti "Bilangan genap."
Perhatikan pernyataan
Artinya: jika suatu bilangan habis dibagi , maka bilangan itu genap.
Sekarang baca empat kasus logikanya:
- Jika benar dan benar, pernyataannya berlaku.
- Jika benar dan salah, pernyataannya gagal.
- Jika salah, implikasi dihitung benar dalam logika proposisional, karena pernyataan itu tidak menjanjikan apa pun tentang kasus saat syaratnya tidak terjadi.
Itulah sebabnya memiliki tepat satu baris salah. Dalam contoh ini, klaimnya memang benar untuk setiap bilangan riil karena setiap kelipatan adalah bilangan genap.
Kesalahan Umum pada Tabel Kebenaran
- Tertukar antara OR dan XOR. OR biasa mencakup kasus saat kedua masukan benar.
- Membaca implikasi seperti hubungan sebab-akibat sehari-hari. Dalam tabel kebenaran, ditentukan oleh baris-barisnya, bukan oleh cerita tentang sebab dan akibat.
- Lupa mencantumkan setiap kombinasi masukan. Untuk dua pernyataan, harus ada empat baris.
- Menganggap NOT sebagai operator dua masukan. NOT hanya bekerja pada satu pernyataan.
- Mengira tabel kebenaran hanya dipakai dalam filsafat atau pembuktian. Logika yang sama juga muncul dalam aljabar Boolean dan sistem digital.
Kapan Tabel Kebenaran Digunakan
Tabel kebenaran digunakan untuk mendefinisikan konektif logika, menguji apakah dua pernyataan ekuivalen, memeriksa apakah suatu bentuk argumen valid, dan membaca ekspresi Boolean dalam komputasi.
Tabel ini sangat berguna ketika aturan simbolik terasa abstrak. Sebuah tabel memaksa semua kasus terlihat jelas, sehingga kesalahan tersembunyi jauh lebih mudah ditemukan.
Coba Tabel Kebenaran Serupa
Buat tabel untuk
Lalu bandingkan kolom akhirnya dengan kolom untuk . Jika Anda ingin mencoba kasus lain setelah itu, lakukan proses yang sama pada dan lihat bagaimana hasilnya berbeda dari OR biasa.
Butuh bantuan mengerjakan soal?
Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.
Buka GPAI Solver →