Persamaan gerak adalah rumus yang menghubungkan gaya total (resultan gaya) yang bekerja pada suatu benda dengan percepatannya. Dalam fisika SMA, untuk benda dengan massa tetap, persamaannya ditulis sebagai:
Hal pertama yang perlu dipahami saat mencari tahu tentang "persamaan gerak" adalah bahwa bukan berarti "jika ada gaya maka kecepatan berubah", melainkan hubungan bahwa "jika ada gaya total, maka akan muncul percepatan".
Arah percepatan selalu sama dengan arah gaya total. Selain itu, semakin besar massa , maka percepatannya akan semakin kecil meskipun gaya totalnya sama. Dengan kata lain, persamaan gerak adalah aturan yang menentukan "ke arah mana dan seberapa besar perubahan kecepatan yang terjadi".
Apa yang Direpresentasikan oleh Persamaan Gerak?
Inti dari persamaan gerak adalah bahwa gaya tidak secara langsung menentukan kecepatan, melainkan menentukan perubahan kecepatan. Jika ada gaya, maka muncul percepatan, dan jika percepatan tersebut berlanjut, maka kecepatan akan berubah.
Jika gaya totalnya adalah , maka:
Pada kondisi ini, benda akan tetap diam atau terus melakukan gerak lurus beraturan (GLB). Meskipun percepatannya , belum tentu kecepatannya .
Kapan Bisa Digunakan?
Bentuk ini digunakan pada soal-soal di mana massa dapat dianggap konstan (tetap). Sebagian besar kasus di fisika SMA seperti kereta beban, bidang miring, benda jatuh, dan pegas dapat ditangani dengan kondisi ini.
Di sisi lain, untuk situasi di mana massa berubah, seperti roket yang membakar bahan bakar, tidak aman jika hanya menggunakan . Sebelum menggunakan rumus ini, pastikan terlebih dahulu: "Apakah massa dalam soal ini bisa dianggap tetap?".
Cara Menyusun Persamaan Gerak
- Pilih satu benda.
- Gambar semua gaya yang bekerja pada benda tersebut.
- Tentukan arah positif.
- Hitung gaya total (resultan) untuk setiap arah.
- Susun untuk mencari percepatan.
Hal yang penting adalah jangan memasukkan angka ke dalam sejak awal. Rapikan dulu gaya-gayanya, lalu susun persamaan menggunakan gaya total yang tersisa. Untuk bidang miring atau gerak dua dimensi, prinsip dasarnya adalah membagi gaya menjadi komponen arah dan arah .
Contoh Soal: Mencari Percepatan pada Bidang Horizontal dengan Gesekan
Misalkan sebuah benda bermassa ditarik ke kanan dengan gaya . Di sisi kiri, terdapat gaya gesek yang bekerja. Massa dianggap konstan.
Jika arah kanan ditetapkan sebagai positif, maka gaya totalnya adalah:
Setelah itu, kita gunakan persamaan gerak:
Sehingga:
Percepatan mengarah ke kanan karena gaya totalnya mengarah ke kanan.
Poin penting dari contoh ini adalah jangan menggunakan secara langsung. Pertimbangkan juga gaya gesek, dan gunakan gaya total yang tersisa. Jika Anda bingung dengan persamaan gerak, ingatlah: "Yang dimasukkan bukan satu gaya tunggal, melainkan gaya total".
Kesalahan Umum dalam Persamaan Gerak
Menggunakan Satu Gaya, Bukan Gaya Total
Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Yang dimasukkan ke dalam persamaan gerak adalah gaya total, bukan sekadar gaya dorong atau gaya gravitasi saja.
Menulis Persamaan Tanpa Menentukan Arah
Jika Anda tidak menentukan apakah kanan atau kiri yang menjadi positif, tanda positif/negatif akan menjadi kacau. Jika arah ditentukan di awal, Anda cukup memasukkan gaya yang berlawanan arah sebagai nilai negatif.
Tertukar antara Persamaan Gerak dan Rumus GLBB
Rumus seperti:
adalah rumus gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Ini bukan persamaan gerak itu sendiri. Gunakan persamaan gerak terlebih dahulu untuk mencari , baru kemudian gunakan rumus kecepatan atau posisi jika diperlukan.
Menganggap Keseimbangan dan Gerak sebagai Hal yang Berbeda
Baik benda yang diam maupun benda yang bergerak dengan kecepatan konstan, jika percepatannya , maka:
Kondisi setimbang (keseimbangan) sebenarnya termasuk di dalam cakupan persamaan gerak.
Dalam Situasi Apa Persamaan Gerak Digunakan?
Persamaan gerak digunakan saat Anda ingin menentukan gerak berdasarkan gaya, seperti pada kereta beban, bidang miring, lift, gerak jatuh, gerak melingkar, dan lain-lain. Terutama pada soal yang meminta "cari percepatannya terlebih dahulu", rumus ini menjadi titik awal.
Rumus ini akan lebih mudah digunakan jika dikombinasikan dengan free-body diagram (diagram benda bebas). Dengan merapikan gaya dalam gambar sebelum membuat persamaan, kesalahan tanda atau gaya yang terlewat dapat dikurangi secara signifikan.
Cara Mengingat: "Gaya Total Percepatan Perubahan Kecepatan"
Persamaan gerak akan lebih mudah dipahami jika dilihat sebagai: "Gaya total menentukan percepatan, dan percepatan tersebut menyebabkan perubahan kecepatan atau posisi". Jika Anda mencoba menentukan kecepatan langsung dari gaya, Anda akan cenderung melewatkan tahap percepatan dan menjadi bingung.
Untuk Dicoba Selanjutnya
Cobalah hitung sendiri bagaimana percepatannya berubah jika gaya tarik pada contoh di atas diganti menjadi . Dengan membandingkan perubahan satu angka saja, peran persamaan gerak akan terlihat jauh lebih jelas.
Butuh bantuan mengerjakan soal?
Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.
Buka GPAI Solver →