Untuk menghitung mean, jumlahkan semua nilai lalu bagi dengan banyaknya nilai. Mean adalah rata-rata yang paling umum, dan masuk akal hanya jika setiap nilai harus dihitung sama besar.
Untuk bilangan , rumus mean adalah
Gunakan urutan ini setiap kali:
- Jumlahkan semua nilai.
- Hitung berapa banyak nilai yang digunakan.
- Bagi totalnya dengan jumlah tersebut.
Apa yang Diukur oleh Mean
Mean memberikan satu angka yang mewakili pusat dari sekumpulan data numerik. Mean menggunakan setiap nilai, jadi mean mencerminkan seluruh kumpulan data, bukan hanya posisi tengah.
Mean paling berguna ketika nilainya berupa angka dan masing-masing harus memiliki bobot yang sama. Jika beberapa nilai harus dihitung lebih besar daripada yang lain, Anda memerlukan mean tertimbang.
Contoh Mean Langkah demi Langkah
Misalkan empat nilai kuis adalah , , , dan .
Jumlahkan nilainya:
Hitung berapa banyak nilainya:
Bagi total dengan jumlah nilai:
Jadi, mean nilainya adalah .
Pola yang sama ini berlaku untuk daftar apa pun: total dulu, jumlah data kedua, pembagian terakhir.
Kapan Mean Bisa Menyesatkan
Mean memang membantu, tetapi tidak selalu menjadi ringkasan terbaik.
Jika satu nilai jauh lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain, nilai itu dapat menarik mean menjauh dari apa yang terasa khas. Misalnya, mean pendapatan suatu kelompok bisa naik karena satu pendapatan yang sangat tinggi, meskipun kebanyakan orang berpenghasilan jauh lebih rendah.
Dalam kasus seperti itu, median mungkin menggambarkan pusat data dengan lebih jelas.
Kesalahan Umum Saat Mencari Mean
- Membagi dengan jumlah yang salah. Anda harus membagi dengan banyaknya nilai, bukan dengan nilai terbesar atau perkiraan.
- Lupa memasukkan satu angka saat menjumlahkan. Satu nilai yang terlewat akan mengubah hasil.
- Menggunakan mean ketika nilai seharusnya tidak dihitung sama besar. Nilai pelajaran dengan bobot berbeda adalah contoh yang umum.
- Menyebut semua rata-rata sebagai mean. Dalam bahasa sehari-hari hal itu sering terjadi, tetapi dalam matematika, mean, median, dan modus adalah konsep yang berbeda.
Kapan Menggunakan Mean
Gunakan mean ketika Anda ingin satu angka untuk merangkum sekumpulan data numerik dan pembobotan yang sama memang masuk akal.
Contoh umum meliputi nilai ujian, suhu harian selama periode singkat, dan rata-rata jumlah barang yang terjual per hari. Mean adalah alat dasar dalam statistika karena mudah dihitung dan mudah dibandingkan antar kelompok.
Mean vs. Median
Mean menggunakan setiap nilai dalam perhitungan. Median hanya melihat posisi tengah setelah data diurutkan.
Jika data memiliki pencilan yang kuat, median sering kali lebih stabil. Jika data cukup seimbang dan setiap nilai harus berkontribusi sama besar, mean sering menjadi pilihan awal yang baik.
Coba Soal Serupa
Ambil bilangan , , , , dan , lalu cari mean langkah demi langkah. Kemudian ubah satu angka menjadi dan lihat seberapa besar mean berubah. Pemeriksaan cepat itu memperjelas kapan mean berguna dan kapan mean bisa tertarik oleh pencilan.
Butuh bantuan mengerjakan soal?
Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.
Buka GPAI Solver →