Teorema Pythagoras menyatakan bahwa, pada segitiga siku-siku, kuadrat hipotenusa sama dengan jumlah kuadrat dari kedua sisi tegaknya (kateta). Jika dan adalah sisi tegaknya dan adalah hipotenusanya, maka rumusnya adalah:
Kamu hanya bisa menggunakan rumus ini jika terdapat sudut . Hipotenusa adalah sisi yang berhadapan dengan sudut tersebut dan juga merupakan sisi terpanjang.
Apa Arti Rumus Ini dan Kapan Digunakan
Ide pentingnya bukanlah , melainkan hubungan antar kuadrat. Teorema ini membandingkan luas area yang terkait dengan sisi-sisinya, itulah sebabnya muncul , , dan .
Jika segitiganya bukan siku-siku, rumus ini tidak dapat diterapkan sebagaimana adanya. Syarat ini adalah pengecekan pertama yang harus dilakukan sebelum memasukkan angka-angka.
Cara Mengidentifikasi Sisi Tegak dan Hipotenusa
Sebelum menghitung, ada baiknya memberi nama sisi-sisinya dengan benar. Hal ini dapat menghindari hampir semua kesalahan dalam penyusunan soal.
- Sisi Tegak (Kateta): dua sisi yang membentuk sudut siku-siku.
- Hipotenusa: sisi yang berada di depan sudut siku-siku.
Jika kamu meletakkan sisi lain di posisi , perhitungan mungkin terlihat rapi, tetapi akan salah sejak awal.
Contoh Soal: Mencari Hipotenusa
Misalkan ada sebuah segitiga siku-siku dengan sisi tegak cm dan cm. Kita ingin mencari panjang hipotenusanya.
Kita susun rumusnya:
Lakukan perhitungan:
Jumlahkan:
Ambil akar kuadrat positifnya:
Panjang hipotenusanya adalah cm. Hasil ini masuk akal karena harus lebih besar dari cm dan cm.
Kesalahan Umum Saat Menerapkan Teorema
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menggunakan teorema ini pada segitiga yang bukan siku-siku. Tanpa sudut siku-siku, hubungan ini secara umum tidak berlaku.
Kesalahan umum lainnya adalah tertukar antara hipotenusa dengan sisi tegak. Ingatlah bahwa bukan sembarang sisi: itu adalah sisi yang berhadapan dengan sudut siku-siku.
Penting juga untuk membedakan sisi mana yang sedang kamu cari. Jika kamu ingin mencari salah satu sisi tegak, kamu tidak boleh menjumlahkan dua kuadrat yang diketahui. Sebagai contoh, jika kamu mengetahui dan , maka:
Satu kesalahan lagi adalah berhenti terlalu cepat. Jika kamu sampai pada , panjang yang dicari adalah , bukan .
Di Mana Teorema Pythagoras Digunakan
Teorema Pythagoras muncul dalam geometri dasar, pada diagonal persegi panjang, dan dalam masalah jarak pada kisi-kisi atau bidang Kartesius.
Sebagai contoh, jika kamu bergerak unit secara horizontal dan unit secara vertikal, jarak langsung antara titik awal dan titik akhir adalah:
Ide yang sama akan muncul kembali nantinya dalam rumus jarak antara dua titik.
Hal yang Perlu Diingat
Sebelum menggunakan rumus, periksa dua hal: pastikan ada sudut siku-siku dan pastikan kamu telah mengidentifikasi hipotenusa dengan benar. Jika kedua syarat tersebut terpenuhi, teorema ini biasanya adalah alat yang tepat.
Coba Latihan Serupa
Cobalah menyelesaikan segitiga siku-siku dengan sisi tegak dan . Jika kamu menerapkan rumusnya dengan benar, kamu seharusnya mendapatkan hipotenusa sebesar .
Jika ingin melangkah lebih jauh, jelajahi masalah jarak antara dua titik: gunakan ide yang sama, tetapi kali ini pada bidang koordinat.
Butuh bantuan mengerjakan soal?
Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.
Buka GPAI Solver →