Koordinat polar menyatakan sebuah titik dengan jarak dan sudut, bukan posisi horizontal dan vertikal. Titik berarti "bergerak sejauh satuan dari titik asal pada sudut terhadap sumbu positif." Koordinat ini paling berguna saat grafik atau soal secara alami bergantung pada jarak dari titik asal atau rotasi di sekitarnya.
Untuk mengonversi antara koordinat polar dan Kartesius, gunakan
dan
Jika Anda perlu mencari sudut dari titik Kartesius, gunakan kuadran bersama dengan saat . Syarat itu penting: nilai tangen yang sama muncul di lebih dari satu kuadran.
Arti
Dalam koordinat Kartesius, berarti bergerak satuan sepanjang sumbu dan satuan sepanjang sumbu . Dalam koordinat polar, berarti bergerak satuan dari titik asal lalu berputar sebesar .
Sudut pandang ini lebih cocok untuk lingkaran, spiral, dan gerak mengelilingi pusat. Ini juga menjelaskan mengapa koordinat polar tidak tunggal: dan adalah titik yang sama, dan serta juga merupakan titik yang sama.
Cara mengonversi koordinat polar dan Kartesius
Untuk berpindah dari polar ke Kartesius, substitusikan dan ke dalam
Untuk berpindah dari Kartesius ke polar, pertama cari jaraknya:
Lalu pilih sudut yang mengarah ke kuadran yang benar. Misalnya, titik memiliki , tetapi sudut yang benar berada di Kuadran II, jadi , bukan .
Ada satu kasus khusus: di titik asal, dan sudutnya tidak tunggal. Sudut berapa pun akan jatuh pada titik yang sama.
Cara menggambar grafik persamaan polar
Persamaan polar memberi tahu bagaimana berubah saat berubah. Ini berbeda dari persamaan Kartesius, yang biasanya langsung menghubungkan dan .
Karena itu, persamaan seperti , , dan terasa alami dalam bentuk polar. Persamaan-persamaan itu menyatakan jarak dari titik asal saat sudut berubah.
Contoh kerja: ubah ke bentuk Kartesius
Contoh ini menunjukkan bagaimana persamaan polar bisa menyembunyikan grafik yang sebenarnya sudah familiar. Mulailah dengan
Kalikan kedua ruas dengan :
Sekarang gunakan dan :
Lengkapi kuadrat:
Jadi grafiknya adalah lingkaran berpusat di dengan jari-jari .
Ini juga menjelaskan bentuknya. Saat , bernilai positif dan paling besar, jadi kurva memanjang ke kanan. Ketika bernilai negatif, menjadi negatif, yang membalik titik sebesar dan tetap menelusuri lingkaran yang sama.
Kesalahan umum dalam koordinat polar
Salah satu kesalahan umum adalah menganggap setiap titik hanya punya satu bentuk polar. Padahal tidak, jadi dua jawaban bisa tampak berbeda tetapi tetap menyatakan titik yang sama.
Kesalahan lain adalah memakai tanpa memeriksa kuadrannya. Itu bisa memberi arah yang salah meskipun sudah benar.
Siswa juga sering mencampur radian dan derajat. Grafik bergantung pada satuan yang dipakai dalam soal, jadi pastikan pilihan itu konsisten.
Kesalahan terakhir adalah lupa arti negatif. Itu tidak berarti "tidak valid." Itu berarti bergerak ke arah yang berlawanan dari sudut yang diberikan. Di titik asal, kesalahan kebalikannya terjadi: siswa mencoba memaksakan satu sudut, padahal di sana tidak diperlukan satu sudut tunggal.
Kapan koordinat polar berguna
Koordinat polar sangat berguna ketika suatu soal memiliki simetri radial atau gerak sudut. Contoh umum meliputi lingkaran yang berpusat di titik asal, kurva berbentuk spiral, model gerak orbit, serta medan atau gelombang yang bergantung pada jarak dari titik pusat.
Koordinat ini juga berguna dalam kalkulus dan fisika karena beberapa integral dan persamaan menjadi lebih sederhana ketika jarak dan sudut adalah variabel alaminya.
Coba konversi serupa
Coba versi Anda sendiri dengan . Ubah ke bentuk Kartesius dan tentukan grafiknya. Jika Anda mendapatkan lingkaran, berarti Anda melihat pola konversi yang sama dalam arah yang sedikit berbeda.
Butuh bantuan mengerjakan soal?
Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.
Buka GPAI Solver →