Hanya ada dua jenis rumus penjumlahan deret yang paling sering digunakan: jumlah nn suku pertama deret aritmetika, dan jumlah nn suku pertama deret geometri. Saat mengerjakan soal, jangan terburu-buru memasukkan rumus; tentukan dulu pola deretnya. Jika selisih antara dua suku yang berurutan tetap, gunakan penjumlahan aritmetika; jika rasio antara dua suku yang berurutan tetap, gunakan penjumlahan geometri.

Pelajari Dua Rumus Utama Ini Terlebih Dahulu

Jumlah nn suku pertama deret aritmetika adalah:

Sn=n(a1+an)2S_n = \frac{n(a_1 + a_n)}{2}

Jika beda dd sudah diketahui, rumus juga dapat ditulis menjadi:

Sn=n2[2a1+(n1)d]S_n = \frac{n}{2}[2a_1 + (n-1)d]

Jumlah nn suku pertama deret geometri untuk q1q \ne 1 adalah:

Sn=a11qn1qS_n = a_1 \frac{1-q^n}{1-q}

Di sini a1a_1 adalah suku pertama, ana_n adalah suku ke-nn, dan qq adalah rasio. Rumus geometri juga sering ditulis sebagai:

Sn=a1qn1q1S_n = a_1 \frac{q^n-1}{q-1}

Kedua penulisan ini setara, hanya saja tanda positif dan negatif pada pembilang dan penyebut ditukar secara bersamaan.

Tentukan Jenis Deret, Baru Hitung Jumlahnya

Saat melihat deretan angka, perhatikan dulu hubungan antara dua suku yang berurutan. Misalnya, 3,7,11,153, 7, 11, 15 selalu bertambah 44, maka ini adalah deret aritmetika. Contoh lain, 2,6,18,542, 6, 18, 54 selalu dikalikan 33, maka ini adalah deret geometri.

Langkah ini lebih penting daripada sekadar menghafal rumus. Jika jenis deret salah ditentukan, maka perhitungan jumlah selanjutnya biasanya akan salah total.

Mengapa Rumus Penjumlahan Aritmetika Terasa Sangat Alami

Deret aritmetika mudah digunakan karena setelah suku awal dan akhir dipasangkan, jumlah setiap pasangan tersebut adalah sama. Misalkan sebuah deret angka jika dilihat dari depan ke belakang adalah:

a1, a2, a3, , ana_1,\ a_2,\ a_3,\ \dots,\ a_n

Dan jika dilihat terbalik adalah:

an, an1, an2, , a1a_n,\ a_{n-1},\ a_{n-2},\ \dots,\ a_1

Setelah dijumlahkan pada posisi yang bersesuaian, setiap pasangan hasilnya adalah a1+ana_1 + a_n. Oleh karena itu, dua kali jumlah totalnya adalah:

2Sn=n(a1+an)2S_n = n(a_1 + a_n)

Sehingga:

Sn=n(a1+an)2S_n = \frac{n(a_1 + a_n)}{2}

Inilah asal-usul paling intuitif dari rumus penjumlahan aritmetika.

Contoh Soal: Cari Jumlah Suku Terlebih Dahulu, Baru Cari Jumlah n Suku Pertama

Hitunglah jumlah dari deret aritmetika 5,8,11,,325, 8, 11, \dots, 32.

Pertama, tentukan jenisnya. Karena setiap dua suku berurutan bertambah 33, maka ini adalah deret aritmetika.

Nilai yang diketahui adalah:

  • Suku pertama a1=5a_1 = 5
  • Suku terakhir an=32a_n = 32
  • Beda d=3d = 3

Hal yang paling sering terlewatkan di sini adalah: soal memberikan suku terakhir 3232, tetapi tidak memberikan jumlah suku nn secara langsung. Jadi, kita harus mencari nn terlebih dahulu menggunakan rumus suku ke-n:

an=a1+(n1)da_n = a_1 + (n-1)d

Setelah dimasukkan nilainya, kita dapatkan:

32=5+(n1)332 = 5 + (n-1)\cdot 3

27=3(n1)27 = 3(n-1)

n1=9n-1 = 9

n=10n = 10

Sekarang, masukkan ke dalam rumus penjumlahan:

Sn=n(a1+an)2S_n = \frac{n(a_1 + a_n)}{2}

S10=10(5+32)2S_{10} = \frac{10(5+32)}{2}

S10=537=185S_{10} = 5 \cdot 37 = 185

Jadi, jumlah dari deretan angka ini adalah 185185.

Kunci utama dari contoh soal ini bukan pada memasukkan rumus, melainkan menyadari bahwa nn belum diketahui dan harus dicari terlebih dahulu.

Kapan Menggunakan Jumlah n Suku Pertama Deret Geometri

Jika setiap suku merupakan hasil kali suku sebelumnya dengan angka yang sama, maka pertimbangkanlah deret geometri.

Sebagai contoh, deret:

2, 4, 8, 16, 322,\ 4,\ 8,\ 16,\ 32

Suku pertamanya adalah 22, rasionya adalah 22, maka jumlah 55 suku pertamanya adalah:

S5=212512S_5 = 2\frac{1-2^5}{1-2}

S5=21321=62S_5 = 2\frac{1-32}{-1} = 62

Kita juga bisa memverifikasinya dengan penjumlahan langsung:

2+4+8+16+32=622+4+8+16+32 = 62

Jika q=1q = 1, maka penyebut akan menjadi 00, dan pada kondisi ini rumus penjumlahan geometri tidak bisa digunakan secara langsung. Karena setiap suku bernilai sama, maka jumlah nn suku pertama dapat langsung ditulis sebagai:

Sn=na1S_n = na_1

Di Mana Kesalahan Umum Sering Terjadi

Menganggap "Suku Terakhir" sebagai "Jumlah Suku"

Kalimat "dihitung sampai 3232" berarti suku terakhirnya adalah 3232, bukan berarti total ada 3232 suku. Seperti pada contoh soal di atas, kita harus mencari nn terlebih dahulu melalui hubungan suku ke-n.

Hanya Melihat Besarnya Angka, Bukan Polanya

Beberapa deret terlihat "tumbuh dengan cepat" sehingga sering salah dikira sebagai deret geometri; ada juga yang terburu-buru mengambil kesimpulan hanya dengan melihat dua suku pertama. Cara yang lebih aman adalah membandingkan selisih antar suku yang berurutan, atau membandingkan rasio antar suku yang berurutan.

Lupa Memeriksa Syarat Rumus Geometri

Rumus:

Sn=a11qn1qS_n = a_1 \frac{1-q^n}{1-q}

Hanya berlaku langsung jika q1q \ne 1. Jika q=1q = 1, maka harus menggunakan Sn=na1S_n = na_1.

Di Mana Penjumlahan Deret Biasanya Digunakan

Penjumlahan deret sering ditemukan dalam soal aljabar sekolah menengah, latihan dasar sebelum masuk ke induksi matematika, serta model cicilan dan bunga majemuk dalam keuangan. Selama soal memberikan serangkaian nilai diskrit yang berpola dan meminta jumlah totalnya, maka penjumlahan deret biasanya menjadi alat utamanya.

Coba Kerjakan Satu Soal

Cobalah hitung jumlah dari deret 4,9,14,19,244, 9, 14, 19, 24. Tentukan dulu apakah ini deret aritmetika, lalu putuskan apakah kamu bisa langsung menggunakan Sn=n(a1+an)2S_n = \frac{n(a_1 + a_n)}{2}.

Setelah selesai, cobalah versi geometri, misalnya jumlah 44 suku pertama dari 3,6,12,243, 6, 12, 24. Dengan mengerjakan kedua soal ini secara berdampingan, kamu akan lebih cepat memahami perbedaan antara "selisih tetap" dan "rasio tetap".

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →