Rumus Pythagoras digunakan untuk menghitung sisi yang hilang pada segitiga siku-siku. Jika dan adalah sisi-sisi yang membentuk sudut siku-siku dan adalah hipotenusa (sisi miring), maka:
Hubungan ini hanya berlaku jika segitiganya adalah segitiga siku-siku. Selain itu, harus benar-benar merupakan sisi yang berhadapan dengan sudut siku-siku.
Rumus dan Syaratnya
Rumus ini menyatakan bahwa kuadrat dari sisi terpanjang sama dengan jumlah kuadrat dari dua sisi lainnya. Dalam praktiknya, rumus ini memungkinkan kita untuk menemukan panjang sisi yang hilang ketika dua sisi lainnya sudah diketahui.
Hal pertama yang harus diperiksa sebelum melakukan perhitungan sangatlah sederhana: apakah ada sudut siku-siku? Jika tidak ada, hubungan ini tidak berlaku dalam bentuk tersebut.
Mengapa Hipotenusa Itu Penting
Dalam segitiga siku-siku, hipotenusa selalu merupakan sisi terpanjang. Oleh karena itu, sisi inilah yang harus diberi label .
Banyak kesalahan terjadi karena perhitungan yang benar namun diterapkan pada variabel yang salah. Jika Anda menuliskan sisi pendek sebagai , aljabarnya mungkin terlihat benar, padahal model dasarnya sudah salah.
Contoh Soal
Mari kita ambil contoh segitiga siku-siku dengan sisi dan . Kita ingin mencari hipotenusa .
Kita mulai dari:
Kemudian kita substitusikan nilainya:
Setelah itu, kita ambil akar kuadrat positifnya, karena panjang sebuah sisi selalu positif:
Hasilnya konsisten: lebih besar daripada dan , jadi benar bahwa ini adalah hipotenusanya.
Kesalahan Umum
Kesalahan pertama adalah menggunakan rumus ini pada segitiga yang bukan siku-siku. Tanpa sudut siku-siku, hubungan ini tidak lagi berlaku.
Kesalahan kedua adalah lupa bahwa merujuk pada hipotenusa. Menulis rumus yang benar tetapi dengan sisi yang salah akan memberikan hasil yang salah.
Kesalahan ketiga adalah berhenti di tanpa mengambil akar kuadrat. Jika kita mencari panjang , jawabannya adalah , bukan .
Kesalahan umum lainnya adalah tidak memeriksa apakah jawabannya masuk akal. Hipotenusa harus tetap menjadi sisi terpanjang.
Kapan Menggunakan Rumus Pythagoras
Gunakan rumus ini kapan pun sebuah soal melibatkan sudut siku-siku dan ada panjang sisi yang hilang. Ini sering ditemukan saat menghitung diagonal persegi panjang, masalah jarak tertentu, dan dalam koordinat ortogonal.
Sebagai contoh, jika sebuah perpindahan dilakukan sejauh unit secara horizontal kemudian unit secara vertikal, maka jarak langsungnya adalah:
Konsep ini juga menjadi dasar bagi rumus jarak pada bidang datar ketika sumbu-sumbunya saling tegak lurus.
Hal yang Perlu Diingat
Sebelum menghitung, ajukan dua pertanyaan pada diri sendiri: apakah ada sudut siku-siku, dan apakah saya sudah menentukan hipotenusanya dengan benar? Jika ya, maka rumus Pythagoras adalah alat yang tepat.
Coba Kasus Serupa
Sekarang, cobalah dengan sisi dan . Jika Anda mendapatkan hasil , berarti Anda tidak hanya menghafal rumusnya, tetapi juga paham cara menggunakannya dengan benar.
Butuh bantuan mengerjakan soal?
Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.
Buka GPAI Solver →