Menyelesaikan persamaan berarti mencari nilai atau nilai-nilai yang membuat kedua sisi menjadi sama. Itulah inti dari "menyelesaikan persamaan". Jadi, kamu tidak mencari angka sembarang, melainkan hanya angka-angka yang benar-benar membuat pernyataan tersebut menjadi benar.

Untuk banyak tugas sekolah, hal ini berkaitan dengan persamaan linear seperti 3x7=113x - 7 = 11. Pada tipe lain, misalnya persamaan kuadrat atau persamaan pecahan, ide dasarnya tetap sama, namun metodenya berubah. Poin pentingnya adalah: tidak ada satu rumus universal untuk setiap persamaan.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Menyelesaikan Persamaan

Saat melakukan manipulasi aljabar, kamu mencoba mengisolasi variabel tanpa mengubah nilai persamaan tersebut. Oleh karena itu, kamu melakukan operasi yang sama pada kedua sisi. Jika kamu menghitung +7+7 di satu sisi, kamu juga harus menghitung +7+7 di sisi lainnya.

Hal ini berhasil karena transformasi ekivalen menjaga himpunan penyelesaian tetap sama. Namun, tidak semua transformasi otomatis aman. Misalnya, jika kamu membagi dengan suatu suku, suku tersebut tidak boleh bernilai 00. Jika kamu menguadratkan, mungkin akan muncul solusi semu (solusi tambahan).

Contoh yang Jelas

Selesaikan persamaan berikut:

3(x2)+5=2x+93(x - 2) + 5 = 2x + 9

Pertama, kalikan distribusi pada sisi kiri:

3x6+5=2x+93x - 6 + 5 = 2x + 9

Sederhanakan suku-suku yang sejenis:

3x1=2x+93x - 1 = 2x + 9

Sekarang, kurangi 2x2x dari kedua sisi:

x1=9x - 1 = 9

Kemudian, tambahkan 11 pada kedua sisi:

x=10x = 10

Lakukan pengecekan untuk melihat apakah hasilnya benar. Masukkan x=10x = 10 ke dalam persamaan awal:

3(102)+5=38+5=24+5=293(10 - 2) + 5 = 3 \cdot 8 + 5 = 24 + 5 = 29

dan di sisi kanan:

210+9=20+9=292 \cdot 10 + 9 = 20 + 9 = 29

Kedua sisi adalah sama. Jadi, x=10x = 10 adalah solusinya.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan yang umum adalah hanya menghitung di satu sisi saja. Jika ini terjadi, persamaan tidak lagi ekivalen, dan hasilnya menjadi tidak akurat.

Kesalahan tanda kurung juga sering terjadi. 3(x2)3(x - 2) tidak menjadi 3x23x - 2, melainkan 3x63x - 6. Kesalahan kecil di bagian ini bisa membuat seluruh perhitungan menjadi salah arah.

Banyak juga yang tidak memeriksa kembali hasilnya. Hal ini cukup berisiko, terutama pada persamaan yang lebih rumit. Pada persamaan pecahan, penyebut tidak boleh bernilai 00. Pada persamaan akar dan setelah proses penguadratan, sebuah nilai mungkin muncul secara matematis, tetapi tetap tidak memenuhi persamaan awal.

Kapan Menggunakan Metode Tertentu

Pada persamaan linear, kamu biasanya mengisolasi variabel secara langsung melalui penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian.

Pada persamaan kuadrat, cara tersebut sering kali tidak cukup. Di sinilah faktorisasi, melengkapkan kuadrat sempurna, atau rumus kuadrat (rumus abc) sangat membantu. Pada persamaan pecahan, sering kali lebih masuk akal untuk menghilangkan penyebut terlebih dahulu, namun tetap dengan memperhatikan domain atau himpunan definisi.

Oleh karena itu, pertanyaan terbaik sebelum mulai menghitung adalah: Jenis persamaan apa ini? Dari situlah ditentukan jalan mana yang paling cepat dan aman.

Ringkasan untuk Diingat

Kamu menyelesaikan persamaan dengan mengisolasi variabel menggunakan transformasi yang diizinkan dan memeriksa hasilnya di akhir. Dua bagian inilah yang membentuk penyelesaian yang rapi: transformasi yang benar dan pemeriksaan setelahnya.

Langkah Selanjutnya yang Disarankan

Cobalah langsung mengerjakan soal serupa seperti 4(x+1)=3x+114(x + 1) = 3x + 11 dan periksa kembali hasilnya. Jika kamu sudah yakin bisa mengerjakannya, langkah selanjutnya yang bagus adalah mencoba persamaan kuadrat, di mana kamu mungkin tidak hanya mendapatkan satu, tetapi dua solusi.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →