Gunakan angka penting dalam perhitungan untuk melaporkan jawaban dengan ketelitian yang benar-benar didukung oleh hasil pengukuran Anda. Dalam kimia, aturannya sederhana: perkalian dan pembagian mengikuti angka penting, sedangkan penjumlahan dan pengurangan mengikuti tempat desimal.

Jika Anda hanya mengingat dua aturan, ingat ini:

  1. Untuk perkalian dan pembagian, bulatkan jawaban akhir ke jumlah angka penting yang sama dengan nilai terukur yang memiliki angka penting paling sedikit.
  2. Untuk penjumlahan dan pengurangan, bulatkan jawaban akhir ke tempat desimal yang paling tidak teliti.

Ini adalah aturan pelaporan untuk nilai terukur. Hasil hitung eksak, faktor konversi terdefinisi, dan koefisien stoikiometri biasanya tidak membatasi ketelitian akhir.

Mengapa Angka Penting Penting dalam Perhitungan

Angka penting bukan sekadar format penulisan. Angka penting menunjukkan seberapa besar ketelitian yang didukung oleh data pengukuran Anda.

Sebagai contoh, 12.0 mL12.0\ \mathrm{mL} dan 12.00 mL12.00\ \mathrm{mL} bukanlah pernyataan yang sama tentang kualitas pengukuran. Nilai kedua menyatakan ketelitian hingga nilai tempat yang lebih kecil. Suatu perhitungan tidak boleh menghasilkan digit yang tampak lebih dapat dipercaya daripada yang dibenarkan oleh pengukuran masukan.

Itulah sebabnya guru kimia sering mengatakan untuk membulatkan di akhir, bukan pada setiap langkah. Pembulatan terlalu awal dapat diam-diam mengubah hasil.

Dua Aturan Angka Penting yang Benar-Benar Anda Gunakan

Angka Penting untuk Perkalian dan Pembagian

Ketika besaran dikalikan atau dibagi, hasilnya dibatasi oleh nilai terukur dengan jumlah angka penting paling sedikit.

Jika Anda membagi 12.1112.11 dengan 4.24.2, kalkulator memberikan:

12.114.2=2.88333\frac{12.11}{4.2} = 2.88333\ldots

Namun, 12.1112.11 memiliki 44 angka penting, sedangkan 4.24.2 memiliki 22. Jadi, jawaban yang dilaporkan harus memiliki 22 angka penting:

2.92.9

Tempat Desimal untuk Penjumlahan dan Pengurangan

Ketika besaran dijumlahkan atau dikurangkan, batasnya ditentukan oleh tempat desimal, bukan oleh jumlah total angka penting.

Sebagai contoh:

12.11+0.3=12.4112.11 + 0.3 = 12.41

Bilangan 0.30.3 hanya teliti sampai tempat persepuluhan, jadi jawaban yang dilaporkan juga harus berhenti pada tempat persepuluhan:

12.412.4

Inilah aturan yang paling sering tertukar oleh siswa. Perkalian dan penjumlahan tidak dibulatkan dengan cara yang sama.

Contoh Soal: Perhitungan Massa Jenis dengan Angka Penting

Misalkan suatu sampel memiliki massa terukur 12.11 g12.11\ \mathrm{g} dan volume terukur 4.2 mL4.2\ \mathrm{mL}. Tentukan massa jenisnya.

Gunakan rumus massa jenis:

ρ=mV\rho = \frac{m}{V}

Substitusikan nilainya:

ρ=12.11 g4.2 mL=2.88333 g/mL\rho = \frac{12.11\ \mathrm{g}}{4.2\ \mathrm{mL}} = 2.88333\ldots\ \mathrm{g/mL}

Sekarang terapkan aturan pembulatan yang benar.

  • 12.1112.11 memiliki 44 angka penting.
  • 4.24.2 memiliki 22 angka penting.

Karena ini adalah pembagian, hasilnya harus memiliki 22 angka penting:

ρ2.9 g/mL\rho \approx 2.9\ \mathrm{g/mL}

Poin pentingnya bukan pada aritmetikanya. Poin pentingnya adalah bahwa pengukuran volume membatasi ketelitian massa jenis yang dilaporkan.

Apa yang Harus Dilakukan dalam Soal Kimia Bertahap

Banyak soal kimia menggabungkan beberapa langkah, seperti massa molar, stoikiometri, atau perhitungan konsentrasi. Dalam kasus seperti itu, biasanya paling baik untuk menyimpan digit tambahan selama proses perhitungan dan membulatkan hanya pada nilai akhir yang dilaporkan.

Ini membantu mencegah perubahan kecil akibat pembulatan menumpuk. Cara ini juga memberi Anda peluang lebih baik untuk menerapkan aturan yang benar pada besaran yang benar-benar Anda laporkan di akhir.

Jika suatu langkah menggunakan bilangan eksak, seperti koefisien persamaan setara, jumlah partikel hasil hitung, atau konversi terdefinisi seperti 1 min=60 s1\ \mathrm{min} = 60\ \mathrm{s}, bilangan eksak itu biasanya tidak menentukan batas angka penting. Batasnya biasanya berasal dari data terukur seperti massa, volume, suhu, atau konsentrasi.

Kesalahan Umum pada Angka Penting

Menggunakan Satu Aturan untuk Semua Operasi

Ini adalah kesalahan terbesar. Perkalian dan pembagian menggunakan jumlah angka penting paling sedikit. Penjumlahan dan pengurangan menggunakan tempat desimal yang paling tidak teliti.

Membulatkan Terlalu Awal

Jika Anda mengubah 2.883332.88333\ldots menjadi 2.92.9 terlalu awal lalu terus menghitung, jawaban akhir bisa bergeser lebih besar daripada yang seharusnya. Simpan digit tambahan sampai akhir jika memungkinkan.

Membiarkan Bilangan Eksak Membatasi Jawaban

Koefisien dalam persamaan setara, benda yang dihitung, dan konversi terdefinisi biasanya bersifat eksak. Hal-hal itu biasanya tidak mengurangi ketelitian hasil pengukuran.

Mengabaikan Arti Nol di Belakang

2.0 mL2.0\ \mathrm{mL} dan 2.00 mL2.00\ \mathrm{mL} tidak menyampaikan ketelitian yang sama. Dalam kimia, nol-nol itu bisa penting karena mengubah jumlah angka penting.

Di Mana Anda Menggunakan Angka Penting dalam Kimia

Aturan angka penting penting di mana pun kimia bergantung pada data terukur: massa jenis, molaritas, titrasi, stoikiometri, kalorimetri, dan pelaporan praktikum.

Dalam pekerjaan laboratorium nyata, ini bukan sekadar kebiasaan di kelas. Melaporkan terlalu banyak digit dapat membuat suatu hasil tampak lebih teliti daripada yang didukung oleh proses pengukuran.

Pemeriksaan Cepat Sebelum Mengumpulkan Jawaban

Sebelum menerima jawaban akhir, tanyakan:

  1. Apakah besaran terakhir yang dilaporkan dihasilkan oleh perkalian atau pembagian, atau oleh penjumlahan atau pengurangan?
  2. Nilai terukur mana yang sebenarnya membatasi ketelitian?
  3. Apakah saya membulatkan hanya setelah menyelesaikan perhitungan?

Jika Anda dapat menjawab tiga pertanyaan itu dengan jelas, hasil angka penting Anda biasanya sudah baik.

Coba Soal Serupa

Ubah sedikit contoh massa jenis, misalnya dengan menggunakan 12.108 g12.108\ \mathrm{g} dan 4.25 mL4.25\ \mathrm{mL}, lalu kerjakan lagi. Itu adalah cara cepat untuk memeriksa apakah aturannya masuk akal sebelum Anda menemuinya dalam soal stoikiometri atau titrasi yang lebih panjang.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →