Hukum Pascal menjelaskan mengapa press hidrolik dapat melipatgandakan gaya. Jika perubahan tekanan diberikan pada fluida diam yang tertutup, perubahan tekanan itu diteruskan ke seluruh fluida. Dalam model dua piston yang umum, ini berarti gaya kecil pada piston kecil dapat menghasilkan gaya yang lebih besar pada piston yang lebih besar.

Syaratnya penting. Ini adalah konsep fluida statis. Dalam model pengantar yang standar, fluida tertutup, piston dibandingkan pada ketinggian yang sama, dan rugi-rugi diabaikan.

Definisi dan rumus hukum Pascal

Tekanan adalah gaya per satuan luas:

p=FAp = \frac{F}{A}

Jika fluida tertutup yang sama meneruskan perubahan tekanan yang sama ke kedua piston, maka dalam model ideal dengan ketinggian yang sama

F1A1=F2A2\frac{F_1}{A_1} = \frac{F_2}{A_2}

Inilah rumus press hidrolik untuk kasus ideal pada ketinggian yang sama. Luas adalah kuncinya. Jika piston keluaran memiliki luas lebih besar daripada piston masukan, gaya keluaran bisa lebih besar.

Itu tidak berarti mesin menciptakan energi. Sisi dengan gaya lebih besar bergerak menempuh jarak yang lebih pendek, sehingga sistem menukar gaya dengan jarak.

Mengapa press hidrolik memperbesar gaya

Bayangkan menekan piston kecil. Karena fluida tertutup, perubahan tekanan itu juga mencapai piston yang lebih besar.

Jika kedua piston merasakan tekanan yang sama, maka piston yang lebih besar harus merasakan gaya yang lebih besar karena

F=pAF = pA

Jadi, hukum Pascal tidak mengatakan bahwa gaya tetap sama. Hukum ini mengatakan bahwa perubahan tekanan diteruskan. Besarnya gaya bergantung pada luas.

Contoh soal: perhitungan gaya pada press hidrolik

Misalkan piston masukan memiliki luas A1=0.005 m2A_1 = 0.005\ \mathrm{m^2} dan piston keluaran memiliki luas A2=0.050 m2A_2 = 0.050\ \mathrm{m^2}. Anda menekan piston kecil dengan gaya F1=120 NF_1 = 120\ \mathrm{N}.

Dengan menggunakan hubungan hidrolik ideal,

F1A1=F2A2\frac{F_1}{A_1} = \frac{F_2}{A_2}

selesaikan untuk gaya keluaran:

F2=F1A2A1F_2 = F_1 \frac{A_2}{A_1} F2=1200.0500.005=12010=1200 NF_2 = 120 \cdot \frac{0.050}{0.005} = 120 \cdot 10 = 1200\ \mathrm{N}

Jadi, piston yang lebih besar dapat memberikan gaya sebesar 1200 N1200\ \mathrm{N} dalam susunan ideal ini.

Gagasan pentingnya adalah perbandingan luas. Piston kedua memiliki luas 1010 kali lebih besar, sehingga gayanya juga 1010 kali lebih besar.

Jika luas kedua piston sama, maka gayanya juga sama. Pelipatgandaan gaya berasal dari luas keluaran yang lebih besar, bukan dari fluida itu sendiri.

Kesalahan umum tentang hukum Pascal

Tekanan dan gaya bukan hal yang sama

Hukum Pascal membahas tekanan yang diteruskan. Gaya berubah ketika luas berubah.

Rumus standar menggunakan model ideal

Hubungan sederhana

F1A1=F2A2\frac{F_1}{A_1} = \frac{F_2}{A_2}

berlaku dengan jelas ketika fluida diperlakukan sebagai statis dan piston dibandingkan pada ketinggian yang sama. Jika piston berada pada ketinggian yang berbeda, perbedaan tekanan hidrostatis juga bisa berpengaruh.

Gaya yang lebih besar tidak berarti energi gratis

Jika gaya keluaran lebih besar, piston keluaran bergerak menempuh jarak yang lebih pendek daripada piston masukan dalam sistem ideal. Kenaikan gaya selalu disertai pertukaran.

Hukum Pascal bukan alat yang tepat untuk setiap soal fluida

Jika soal terutama membahas fluida yang mengalir, rugi-rugi viskositas, atau perubahan tekanan sepanjang gerak, Anda mungkin memerlukan model lain seperti hidrostatika atau penalaran berbasis Bernoulli, tergantung susunannya.

Di mana hukum Pascal digunakan dalam fisika dan teknik

Hukum Pascal adalah gagasan dasar di balik press hidrolik, rem mobil, dongkrak, lift, dan sistem lain yang menggunakan fluida tertutup untuk meneruskan tekanan. Dalam setiap kasus, nilai praktisnya sama: gaya yang diberikan di satu tempat dapat dipindahkan dan diubah oleh luas di tempat lain.

Itulah sebabnya topik ini muncul lebih awal dalam mekanika fluida. Topik ini menghubungkan definisi tekanan dengan mesin yang bisa langsung Anda bayangkan.

Coba soal serupa

Pertahankan gaya masukan pada 120 N120\ \mathrm{N}, tetapi ubah luas piston besar menjadi 0.020 m20.020\ \mathrm{m^2}, bukan 0.050 m20.050\ \mathrm{m^2}. Selesaikan lagi dan bandingkan perbandingan gaya yang baru dengan perbandingan luas yang baru. Jika Anda ingin mencoba kasus lain setelah itu, lihat dasar-dasar mekanika fluida.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →