Prinsip ketidakpastian Heisenberg berarti Anda tidak dapat menyiapkan suatu keadaan kuantum yang memiliki posisi dan momentum yang sama-sama benar-benar pasti pada sumbu yang sama. Rumus standar untuk posisi-momentum adalah

ΔxΔp2\Delta x \Delta p \ge \frac{\hbar}{2}

Di sini Δx\Delta x adalah sebaran hasil pengukuran posisi dan Δp\Delta p adalah sebaran hasil pengukuran momentum untuk keadaan yang sama-sama dipersiapkan. Ini bukan sekadar pernyataan tentang alat ukur yang tidak sempurna. Ini adalah batas yang melekat pada keadaan itu sendiri.

Apa Arti Rumus Ini

Simbol Δx\Delta x dan Δp\Delta p tidak berarti satu pembacaan yang buruk. Keduanya menggambarkan seberapa lebar hasil tersebar jika Anda mengulangi pengukuran pada banyak sistem yang dipersiapkan secara identik.

Jadi prinsip ini berkaitan dengan struktur statistik dari suatu keadaan kuantum. Jika keadaan sangat terlokalisasi dalam posisi, distribusi momentumnya harus lebih lebar. Jika momentumnya sangat tajam, distribusi posisinya harus lebih lebar.

Intuisi: Mengapa Lokalisasi Memperlebar Momentum

Dalam mekanika gelombang, paket gelombang yang terlokalisasi tajam harus dibangun dari banyak panjang gelombang yang berbeda. Karena momentum berhubungan dengan panjang gelombang melalui relasi de Broglie, banyak panjang gelombang berarti banyak komponen momentum.

Itulah sebabnya prinsip ketidakpastian bukan aturan sembarang yang ditambahkan di atas mekanika kuantum. Prinsip ini mencerminkan bagaimana lokalisasi dan komposisi gelombang saling terkait.

Contoh Perhitungan: Elektron yang Terkurung pada Skala Atom

Misalkan sebuah elektron terlokalisasi hingga sekitar

Δx=1.0×1010 m\Delta x = 1.0 \times 10^{-10}\ \mathrm{m}

yang kira-kira merupakan skala panjang atom. Maka prinsip ketidakpastian memberi

Δp2Δx\Delta p \ge \frac{\hbar}{2\Delta x}

Dengan menggunakan 1.055×1034 Js\hbar \approx 1.055 \times 10^{-34}\ \mathrm{J \cdot s},

Δp1.055×10342×1.0×10105.3×1025 kgm/s\Delta p \ge \frac{1.055 \times 10^{-34}}{2 \times 1.0 \times 10^{-10}} \approx 5.3 \times 10^{-25}\ \mathrm{kg \cdot m/s}

Angka itu adalah pelajaran utamanya: pengurungan yang kuat memaksa adanya sebaran momentum yang tidak dapat diabaikan.

Jika Anda juga mengasumsikan elektron bersifat nonrelativistik, Anda dapat memperkirakan sebaran kecepatan yang sesuai dari ΔpmeΔv\Delta p \approx m_e \Delta v:

Δv5.3×10259.11×10315.8×105 m/s\Delta v \gtrsim \frac{5.3 \times 10^{-25}}{9.11 \times 10^{-31}} \approx 5.8 \times 10^5\ \mathrm{m/s}

Langkah terakhir itu bergantung pada pendekatan nonrelativistik. Bahkan dengan syarat itu dinyatakan, poin fisiknya tetap jelas: begitu sebuah partikel terkurung dalam daerah yang sangat kecil, geraknya tidak bisa tetap terdefinisi dengan sangat baik secara sembarang.

Apa yang Tidak Dikatakan oleh Prinsip Ketidakpastian

Prinsip ketidakpastian tidak mengatakan bahwa partikel tampak tidak pasti hanya karena peralatan laboratorium buruk. Prinsip ini juga tidak mengatakan bahwa setiap pasangan besaran fisika mematuhi batas bawah yang sama.

Prinsip ini penting untuk pasangan observabel yang tidak dapat sama-sama tajam dalam keadaan kuantum yang sama. Posisi dan momentum adalah contoh standarnya.

Prinsip ini juga tidak berarti sebuah partikel tidak memiliki momentum ketika posisinya terlokalisasi dengan baik. Artinya adalah sebaran kemungkinan hasil momentum tidak dapat sekaligus dibuat terlalu kecil.

Kesalahan Umum

  • Menganggap Δx\Delta x dan Δp\Delta p sebagai kesalahan pengukuran manusia, bukan sebagai sebaran yang bergantung pada keadaan.
  • Membaca ketaksamaan seolah-olah berlaku untuk sembarang dua besaran tanpa memeriksa syarat kuantumnya.
  • Mengira prinsip ini mengatakan posisi dan momentum sama sekali tidak pernah bisa diukur. Yang dikatakan adalah sebarannya tidak dapat keduanya dibuat sekecil mungkin secara sembarang dalam keadaan yang sama.
  • Melupakan arahnya: rumus standar mengacu pada posisi dan momentum pada sumbu yang sama.
  • Hanya memakai intuisi klasik dan melewatkan gambaran paket gelombang di balik hasil ini.

Mengapa Prinsip Ini Penting dalam Fisika

Prinsip ketidakpastian membantu menjelaskan mengapa elektron dalam atom tidak dapat dijelaskan dengan baik sebagai orbit klasik yang sangat kecil dengan posisi dan momentum yang eksak. Prinsip ini juga penting dalam masalah pengurungan, sumur kuantum, gerak titik nol, perkiraan tunneling, dan fisika perangkat skala nano.

Secara lebih luas, prinsip ini menandai pergeseran nyata dari mekanika klasik. Dalam fisika klasik, Anda dapat membayangkan suatu keadaan dengan posisi dan momentum yang eksak pada satu saat. Dalam fisika kuantum, gambaran klasik itu secara umum tidak tersedia.

Kapan Menggunakan Prinsip Ketidakpastian

Gunakan prinsip ketidakpastian ketika sistem cukup mikroskopik sehingga perilaku gelombang menjadi penting dan ketika Anda menginginkan batas orde besaran, bukan solusi kuantum lengkap. Prinsip ini sangat berguna untuk perkiraan cepat: berapa sebaran momentum minimum yang muncul dari panjang pengurungan tertentu, atau seberapa kecil daerah yang mungkin ditempati partikel dengan sebaran momentum tertentu.

Untuk prediksi rinci dari sistem tertentu, biasanya Anda memerlukan lebih dari sekadar prinsip ketidakpastian. Di situlah persamaan Schrödinger atau model kuantum yang lebih lengkap mengambil alih.

Coba Perkiraan Serupa

Ubah skala pengurungan dari 1.0×1010 m1.0 \times 10^{-10}\ \mathrm{m} menjadi 1.0×109 m1.0 \times 10^{-9}\ \mathrm{m} dan prediksi apa yang terjadi pada sebaran momentum minimum sebelum Anda menghitungnya. Jika Anda ingin latihan lain, coba versi Anda sendiri di GPAI Solver.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →