Untuk menamai suatu senyawa kimia, pertama tentukan dulu jenis senyawanya. Dalam sebagian besar soal kimia dasar, pembagian yang paling berguna adalah senyawa ionik, senyawa molekuler biner, atau asam dalam larutan air.

Setelah klasifikasinya benar, aturan penamaannya biasanya singkat: senyawa ionik memakai nama ion, senyawa molekuler memakai awalan, dan asam bergantung pada apakah rumus tersebut dinamai dalam air.

Cara Cepat Menamai Senyawa Kimia

Gunakan urutan ini pada hampir semua soal penamaan tingkat pemula:

  1. Tentukan apakah rumus tersebut ionik, molekuler, atau asam dalam air.
  2. Namai bagian pertama: kation atau unsur pertama.
  3. Namai bagian kedua dengan akhiran yang benar atau nama ion tetap.
  4. Tambahkan angka Romawi jika logam dapat memiliki lebih dari satu muatan umum.
  5. Periksa kembali kondisinya jika ada hidrogen, karena asam dalam larutan air mengikuti pola yang berbeda.

Alur ini lebih cepat daripada menghafal nama satu per satu karena menunjukkan aturan mana yang benar-benar berlaku.

Senyawa Ionik: Nama Kation, Lalu Anion

Untuk senyawa ionik sederhana, tulis nama kation terlebih dahulu dan nama anion sesudahnya. Jika anionnya berupa satu unsur nonlogam, akhirannya biasanya berubah menjadi ide-ide.

Sebagai contoh:

  • NaClNaCl adalah sodium chloride.
  • MgOMgO adalah magnesium oxide.
  • CaBr2CaBr_2 adalah calcium bromide.

Jangan gunakan awalan seperti di- atau tri- untuk senyawa ionik biasa.

Angka Romawi: Gunakan untuk Logam Bermuatan Variabel

Beberapa logam dapat membentuk lebih dari satu ion umum. Dalam kasus seperti itu, nama senyawa mencantumkan angka Romawi yang menunjukkan muatan logam.

Klorida adalah ClCl^-, jadi:

  • FeCl2FeCl_2 adalah iron(II) chloride.
  • FeCl3FeCl_3 adalah iron(III) chloride.

Namanya berbeda karena muatan besinya berbeda. Jika logam memiliki satu muatan baku dalam kimia dasar, seperti natrium atau kalsium, angka Romawi tidak digunakan.

Senyawa Molekuler: Awalan Menunjukkan Jumlah Atom

Jika senyawa hanya mengandung unsur nonlogam, penamaan dasar biasanya memakai awalan Yunani untuk menunjukkan jumlah atom yang ada.

Awalan yang umum meliputi mono-, di-, tri-, tetra-, dan penta-. Unsur kedua biasanya berakhiran ide-ide.

Sebagai contoh:

  • COCO adalah carbon monoxide.
  • CO2CO_2 adalah carbon dioxide.
  • N2O5N_2O_5 adalah dinitrogen pentoxide.

Aturan ini berlaku untuk senyawa molekuler biner. Aturan ini tidak berlaku untuk senyawa ionik biasa.

Ion Poliatomik Mempertahankan Nama Bakunya

Jika suatu rumus mengandung ion poliatomik seperti nitrat, sulfat, hidroksida, karbonat, atau amonium, pertahankan nama ion tersebut apa adanya.

Sebagai contoh:

  • NaNO3NaNO_3 adalah sodium nitrate.
  • CaCO3CaCO_3 adalah calcium carbonate.
  • NH4ClNH_4Cl adalah ammonium chloride.

Ini adalah sumber kesalahan yang umum. Nitrat dan nitrida adalah ion yang berbeda, bukan dua versi dari nama yang sama.

Nama Asam Bergantung pada Kondisinya

Penamaan asam bergantung pada konteks. Rumus seperti HClHCl tidak selalu dinamai dengan nama yang sama.

  • HCl(g)HCl(g) adalah hydrogen chloride.
  • HCl(aq)HCl(aq) adalah hydrochloric acid.

Untuk oksoasam yang umum, nama asam biasanya mengikuti oksoanion terkait:

  • nitrate \rightarrow nitric acid
  • nitrite \rightarrow nitrous acid
  • sulfate \rightarrow sulfuric acid
  • sulfite \rightarrow sulfurous acid

Pola itu hanya penting ketika zat tersebut memang sedang dinamai sebagai asam dalam bentuk larutan air.

Contoh Soal: Fe(NO3)3Fe(NO_3)_3

Contoh ini menggabungkan aturan-aturan utama dalam satu tempat.

Langkah 1: Klasifikasikan

Fe(NO3)3Fe(NO_3)_3 mengandung logam dan ion poliatomik, jadi ini adalah senyawa ionik.

Langkah 2: Identifikasi Anion

NO3NO_3^- adalah nitrat. Karena ini ion poliatomik, namanya tetap nitrat.

Langkah 3: Tentukan Muatan Logam

Setiap ion nitrat bermuatan 1-1. Dengan tiga ion nitrat, total muatan negatifnya adalah

3×(1)=33 \times (-1) = -3

Senyawa ini netral secara keseluruhan, jadi besi harus bermuatan +3+3.

Langkah 4: Tulis Namanya

Nama yang benar adalah iron(III) nitrate.

Contoh ini berguna karena menggabungkan tiga titik yang sering menimbulkan kesulitan: penamaan ionik, ion poliatomik, dan angka Romawi.

Kesalahan Umum Penamaan yang Sering Dilakukan Siswa

Menggunakan Awalan untuk Senyawa Ionik

CaCl2CaCl_2 adalah calcium chloride, bukan calcium dichloride.

Lupa Menuliskan Angka Romawi

Iron(II) chloride dan iron(III) chloride adalah senyawa yang berbeda, jadi angka tersebut adalah bagian dari nama, bukan sekadar hiasan.

Mengubah Akhiran Ion Poliatomik

Nitrat, sulfat, dan hidroksida mempertahankan nama bakunya dalam senyawa yang mengandungnya.

Menamai Setiap Senyawa Hidrogen sebagai Asam

Nama asam bergantung pada konteks. Jika rumus tersebut tidak sedang dinamai sebagai asam dalam larutan air, nama lain bisa jadi yang benar.

Di Mana Aturan Penamaan Senyawa Digunakan

Anda menggunakan penamaan senyawa setiap kali berpindah antara rumus kimia dan bahasa tertulis. Ini muncul pada label laboratorium, latihan buku teks, persamaan reaksi, informasi keselamatan, dan soal ujian.

Aturan ini juga bekerja sebaliknya. Setelah Anda memahami polanya, sebuah rumus memberi petunjuk tentang jenis zat serta ion atau jumlah atom yang terlibat.

Coba Soal Penamaan Serupa

Coba namai CuCl2CuCl_2, N2O5N_2O_5, dan HNO3(aq)HNO_3(aq) dengan alur yang sama. Jika ingin melangkah lebih jauh, coba soal serupa yang dimulai dari nama senyawa lalu meminta Anda menuliskan rumusnya.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →