Perhitungan dosis obat dalam keperawatan menjawab satu pertanyaan: berapa banyak obat yang harus diberikan agar sesuai dengan dosis yang diresepkan? Dalam kasus dasar di kelas, Anda membandingkan dosis yang diresepkan dengan kekuatan sediaan yang tersedia, lalu menghitung jumlah yang harus diberikan.
Jika satuannya sudah sesuai, susunan rumus yang umum adalah:
Di sini, adalah dosis yang diinginkan, adalah dosis yang tersedia, adalah jumlah yang mengandung , dan adalah jumlah yang harus diberikan.
Apa Arti Perhitungan Dosis Obat
Rumus ini pada dasarnya hanyalah perbandingan. Label obat memberi tahu Anda berapa banyak zat obat yang terkandung dalam jumlah tertentu, seperti miligram per tablet atau miligram per mililiter. Anda menggunakan perbandingan itu untuk menyesuaikan naik atau turun sampai sesuai dengan resep.
Ini juga memberi Anda pemeriksaan cepat terhadap kewajaran hasil. Jika sediaan yang tersedia lebih lemah daripada dosis yang diresepkan, maka jumlah yang diberikan harus lebih besar. Jika sediaannya lebih kuat, maka jumlah yang diberikan harus lebih kecil.
Kapan Rumus Ini Berlaku
Gunakan susunan ini ketika resep dan label dapat dinyatakan dalam satuan yang kompatibel. Contoh yang umum adalah resep mg dan label yang menyatakan mg per mL atau per tablet.
Rumus ini tidak cukup untuk semua perhitungan keperawatan. Laju infus IV, dosis berbasis berat badan, dan obat yang dititrasi menambahkan kondisi lain seperti waktu, berat badan, atau batas konsentrasi.
Contoh Soal: mg dari mg per mL
Misalkan resepnya adalah amoksisilin mg per oral.
Label botol menyatakan mg dalam mL.
Satuan dosisnya sudah sesuai, jadi Anda dapat menggunakan:
Jadi jumlah yang harus diberikan adalah mL.
Jawaban ini juga masuk akal bahkan sebelum Anda sepenuhnya percaya pada hasil hitungannya. Dosis yang diresepkan, mg, adalah dua kali dosis pada label, mg, sehingga volumenya juga harus dua kali mL. Hasilnya adalah mL.
Cara Cepat Memikirkannya
Sebagian besar kesalahan dasar dalam perhitungan dosis bukanlah kesalahan matematika yang sulit. Kesalahan itu terjadi karena seseorang membaca label terlalu cepat, tertukar antara dosis dan jumlah, atau lupa mengonversi satuan terlebih dahulu.
Sebelum menghitung, tanyakan:
- Berapa dosis yang diresepkan?
- Berapa dosis yang benar-benar tersedia?
- Jumlah berapa yang mengandung dosis yang tersedia itu?
- Apakah satuannya sudah sesuai sebelum saya menghitung?
- Apakah jumlah akhir masuk akal secara praktis?
Kesalahan Umum dalam Perhitungan Dosis Obat
Tidak Mengonversi Satuan Terlebih Dahulu
Jika resep ditulis dalam gram dan label dalam miligram, lakukan konversi sebelum memakai rumus. Hal yang sama berlaku untuk mikrogram dan miligram. Susunan yang benar dengan satuan yang tidak cocok tetap akan menghasilkan jawaban yang salah.
Tertukar Antara Dosis dan Jumlah
Pada label seperti mg per mL, dosis yang tersedia adalah mg dan jumlahnya adalah mL. Keduanya bukan bagian rumus yang bisa saling ditukar.
Melewatkan Pemeriksaan Kewajaran
Jawaban dosis harus sesuai dengan label. Jika resep lebih besar daripada dosis yang tersedia, maka jumlah yang diberikan biasanya harus lebih besar daripada satu jumlah pada label, bukan lebih kecil.
Menganggap Matematika Sebagai Seluruh Proses Keamanan
Perhitungan aritmetika memang penting, tetapi itu tidak menggantikan pemeriksaan resep, pasien, rute pemberian, dan prosedur keselamatan obat setempat.
Di Mana Perawat Menggunakan Perhitungan Ini
Pola ini sering muncul pada tablet, obat cair, dan banyak soal dosis tingkat dasar. Cara berpikir proporsional yang sama juga muncul pada perhitungan yang lebih lanjut, tetapi soal yang lebih kompleks biasanya menambahkan variabel lain seperti waktu atau berat badan.
Setelah perbandingan ini dipahami, perhitungan keperawatan yang lebih kompleks akan lebih mudah diatur.
Coba Soal Serupa
Gunakan label yang sama, mg per mL, tetapi ubah resep menjadi mg. Selesaikan dengan susunan yang sama, lalu tanyakan apakah volume akhirnya masuk akal sebelum Anda menerima jawabannya.
Butuh bantuan mengerjakan soal?
Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.
Buka GPAI Solver →