Model Bohr menyatakan bahwa elektron dalam atom hidrogen hanya dapat berada pada tingkat energi tertentu yang diizinkan, bukan pada sembarang energi. Gagasan ini membantu menjelaskan mengapa hidrogen hanya menyerap dan memancarkan panjang gelombang cahaya tertentu.

Model ini penting karena membuat konsep energi yang terkuantisasi menjadi mudah dipahami. Ini bukan gambaran atom modern, tetapi tetap menjadi langkah awal yang berguna untuk memahami spektrum garis dan perpindahan tingkat energi.

Apa Arti Model Bohr

Bohr mengusulkan gambaran sederhana untuk atom hidrogen.

Elektron hanya dapat menempati tingkat energi tertentu yang diizinkan di sekitar inti. Selama elektron tetap berada pada salah satu tingkat itu, ia tidak terus-menerus kehilangan energi.

Cahaya hanya dipancarkan atau diserap ketika elektron berpindah antar tingkat. Energi foton sama dengan selisih energinya:

ΔE=EfinalEinitial\Delta E = E_{\text{final}} - E_{\text{initial}}

Jika elektron berpindah ke tingkat energi yang lebih rendah, atom memancarkan foton. Jika elektron menyerap energi dalam jumlah yang tepat, ia dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Mengapa Model Bohr Menjelaskan Spektrum Hidrogen

Hidrogen tidak menghasilkan semua panjang gelombang yang mungkin. Hidrogen menghasilkan garis-garis spektrum yang khas. Model Bohr menjelaskan pola itu dengan menyatakan bahwa elektron hanya dapat berpindah di antara tingkat energi tertentu, sehingga hanya perubahan energi tertentu yang mungkin terjadi.

Itulah nilai utama model ini. Jika hanya ada selisih energi tertentu, maka hanya energi foton tertentu yang dapat dipancarkan atau diserap.

Contoh Soal: Hidrogen Dari n=3n = 3 Ke n=2n = 2

Untuk hidrogen, tingkat energi Bohr biasanya dituliskan sebagai:

En=13.6 eVn2E_n = -\frac{13.6\ \text{eV}}{n^2}

Rumus ini berlaku untuk hidrogen dalam model Bohr dasar. Rumus ini tidak boleh dianggap sebagai rumus umum untuk semua atom.

Untuk n=3n = 3:

E3=13.691.51 eVE_3 = -\frac{13.6}{9} \approx -1.51\ \text{eV}

Untuk n=2n = 2:

E2=13.64=3.40 eVE_2 = -\frac{13.6}{4} = -3.40\ \text{eV}

Sekarang cari perubahan energi elektronnya:

ΔE=E2E3=3.40(1.51)1.89 eV\Delta E = E_2 - E_3 = -3.40 - (-1.51) \approx -1.89\ \text{eV}

Tanda negatif menunjukkan bahwa elektron berakhir pada keadaan berenergi lebih rendah. Atom memancarkan foton dengan energi 1.89 eV1.89\ \text{eV}.

Itulah model Bohr dalam praktik: satu perpindahan yang diizinkan menghasilkan satu energi foton tertentu, bukan rentang yang kontinu.

Di Mana Model Bohr Tidak Lagi Bekerja dengan Baik

Model Bohr bekerja paling baik untuk hidrogen dan spesies satu elektron yang mirip hidrogen. Pada atom dengan banyak elektron, interaksi antarelektron terlalu penting sehingga gambaran orbit sederhana tidak lagi akurat.

Model ini juga memperlakukan elektron seolah-olah bergerak pada lintasan melingkar tetap. Mekanika kuantum modern menggunakan orbital, yang menggambarkan distribusi probabilitas, bukan lintasan kecil seperti planet yang pasti.

Kesalahan Umum Tentang Model Atom Bohr

Mengira model ini bekerja sama baiknya untuk setiap atom

Tidak. Dalam kebanyakan pelajaran kimia, model Bohr terutama digunakan sebagai batu loncatan menuju teori kuantum.

Menganggap orbit Bohr sama dengan orbital modern

Orbit Bohr dan orbital mekanika kuantum bukanlah gagasan yang sama. Orbital menggambarkan distribusi probabilitas, bukan lintasan melingkar tetap.

Melupakan syarat hidrogen

Banyak pernyataan tentang model Bohr paling aman digunakan ketika atomnya adalah hidrogen. Jika syarat itu tidak terpenuhi, model ini biasanya menjadi jauh kurang andal.

Kapan Anda Masih Menggunakan Model Bohr

Anda masih menggunakan model Bohr ketika ingin:

  1. memperkenalkan tingkat energi yang terkuantisasi
  2. menjelaskan spektrum emisi hidrogen
  3. menghubungkan struktur atom dengan penyerapan dan pemancaran foton
  4. membangun intuisi sebelum mempelajari orbital dan bilangan kuantum

Coba Soal Serupa

Coba versi Anda sendiri untuk perpindahan dari n=2n = 2 ke n=1n = 1 pada hidrogen. Hitung kedua tingkat energinya, cari selisihnya, lalu tentukan apakah atom memancarkan atau menyerap cahaya.

Jika Anda ingin gambaran yang lebih akurat sebagai pengganti model Bohr, konfigurasi elektron adalah langkah berikutnya yang alami karena topik itu beralih dari orbit tetap ke bahasa modern tentang kulit, subkulit, dan orbital.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →