Polarisasi cahaya memberi tahu bagaimana medan listrik terorientasi saat gelombang merambat. Dalam optika dasar, cahaya tak terpolarisasi memiliki banyak arah medan transversal seiring waktu, sedangkan cahaya terpolarisasi mengikuti pola yang lebih tertentu. Tiga jenis utamanya adalah polarisasi linear, sirkular, dan eliptik.

Hal ini penting karena banyak efek optik bergantung bukan hanya pada intensitas dan panjang gelombang, tetapi juga pada orientasi medan. Kacamata hitam terpolarisasi, layar LCD, pengurangan silau, dan banyak instrumen laboratorium semuanya bergantung pada polarisasi.

Apa Arti Polarisasi Cahaya

Cahaya adalah gelombang elektromagnetik, dan dalam fisika dasar medan listrik biasanya menjadi bagian yang digunakan untuk menjelaskan polarisasi. Inti utamanya adalah bahwa medan berosilasi tegak lurus terhadap arah rambat cahaya.

Jika medan listrik terus menunjuk sepanjang satu arah transversal yang tetap, maka cahaya terpolarisasi linear. Jika arah medan berotasi saat gelombang merambat, maka cahaya dapat terpolarisasi sirkular atau eliptik tergantung pada geraknya secara tepat.

Inilah sebabnya polarisasi berbeda dari kecerahan atau warna. Dua berkas dapat memiliki intensitas dan panjang gelombang yang sama tetapi keadaan polarisasi yang berbeda.

Jenis Polarisasi: Linear, Sirkular, dan Eliptik

Polarisasi linear

Dalam polarisasi linear, medan listrik tetap berada pada satu garis tetap. Kuat medan masih dapat berubah terhadap waktu, tetapi arahnya tidak berputar.

Ini adalah kasus pertama yang paling umum karena filter polarisasi sederhana dapat menghasilkannya secara perkiraan.

Polarisasi sirkular

Dalam polarisasi sirkular, medan listrik berotasi dengan laju konstan dan dalam kasus ideal tetap memiliki besar yang sama. Pada satu titik di ruang, ujung vektor medan membentuk lingkaran terhadap waktu.

Ini memerlukan dua komponen medan yang saling tegak lurus dengan amplitudo yang sama dan perbedaan fase yang tepat.

Polarisasi eliptik

Polarisasi eliptik adalah kasus yang lebih umum. Ujung vektor medan membentuk elips terhadap waktu.

Polarisasi linear dan sirkular dapat dipandang sebagai kasus khusus dari polarisasi eliptik dalam kondisi yang sesuai.

Bagaimana Cahaya Menjadi Terpolarisasi

Cahaya dapat menjadi terpolarisasi ketika suatu sistem optik memperlakukan beberapa arah medan secara berbeda dari yang lain.

Filter polarisasi meneruskan satu arah medan listrik yang diutamakan lebih kuat daripada arah lainnya, sehingga cahaya keluar menjadi kira-kira terpolarisasi linear.

Pemantulan juga dapat mempolarisasi cahaya. Silau pantulan dari jalan, air, atau kaca sering kali terpolarisasi sebagian, itulah sebabnya kacamata hitam terpolarisasi dapat menguranginya.

Hamburan juga dapat mempolarisasi cahaya. Itu adalah salah satu alasan polarisasi berguna dalam pengukuran atmosfer dan pencitraan.

Dalam optika yang lebih lanjut, bahan birefringen dan pelat gelombang dapat mengubah satu keadaan polarisasi menjadi keadaan lain. Gagasan dasarnya untuk pemula lebih sederhana: susunan optik mengubah atau memilih komponen medan transversal.

Contoh Soal: Dua Polarisator Linear Ideal

Misalkan sebuah berkas sudah terpolarisasi linear dengan intensitas I0I_0. Berkas itu kemudian melewati sebuah analisator ideal yang sumbu transmisinya membentuk sudut θ\theta terhadap arah polarisasi datang.

Untuk susunan khusus ini, hukum Malus memberikan intensitas yang diteruskan:

I=I0cos2θI = I_0 \cos^2 \theta

Jika analisator diputar ke θ=60\theta = 60^\circ, maka

I=I0cos260=I0(12)2=I04I = I_0 \cos^2 60^\circ = I_0 \left(\frac{1}{2}\right)^2 = \frac{I_0}{4}

Jadi intensitas yang diteruskan adalah seperempat dari I0I_0.

Fisika di baliknya sederhana: analisator meneruskan komponen medan listrik yang sejajar dengan sumbunya. Hukum Malus berlaku di sini hanya karena cahaya datang sudah terpolarisasi linear dan polarisator dianggap ideal.

Kesalahan Umum dalam Soal Polarisasi

Mencampuradukkan arah rambat dan arah polarisasi

Berkas dapat merambat maju sepanjang satu sumbu sementara medan listrik berosilasi pada arah yang tegak lurus terhadap sumbu itu. Keduanya adalah arah yang berbeda.

Menganggap semua cahaya terpolarisasi

Banyak sumber cahaya sehari-hari menghasilkan cahaya yang tidak terpolarisasi atau hanya terpolarisasi sebagian sebelum berinteraksi dengan elemen optik.

Menganggap linear, sirkular, dan eliptik sebagai gagasan yang tidak berkaitan

Ketiganya adalah keadaan polarisasi yang berbeda, tetapi polarisasi sirkular dan linear sama-sama merupakan kasus khusus dalam gambaran eliptik yang lebih umum.

Menggunakan hukum Malus terlalu luas

Rumus I=I0cos2θI = I_0 \cos^2 \theta berlaku untuk analisator ideal yang bekerja pada cahaya datang yang terpolarisasi linear. Jika cahaya datang tidak terpolarisasi atau hanya terpolarisasi sebagian, susunannya perlu dianalisis dengan lebih hati-hati.

Di Mana Polarisasi Cahaya Digunakan

  • kacamata hitam terpolarisasi yang mengurangi silau pantulan
  • teknologi LCD dan layar
  • komunikasi optik dan instrumentasi laboratorium
  • mikroskopi dan analisis material
  • fotografi dan penginderaan jauh

Bahkan ketika suatu produk tidak menyebut polarisasi secara langsung, polarisasi tetap dapat menjadi bagian dari cara sistem optik mengendalikan atau mengukur cahaya.

Coba Contoh Polarisasi Serupa

Cobalah versi Anda sendiri dari contoh polarisator dengan θ=30\theta = 30^\circ, 4545^\circ, dan 9090^\circ. Ini memberi gambaran cepat tentang bagaimana orientasi mengubah intensitas yang diteruskan.

Jika ingin melangkah lebih jauh, pelajari kasus optika serupa seperti pembiasan atau interferensi dan bandingkan sifat cahaya mana yang berubah dan mana yang tetap sama.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →