Rumus trigonometri adalah rumus yang menghubungkan sudut dengan perbandingan sisi. Untuk banyak soal sekolah, inti yang paling penting adalah tiga bentuk dasar: sinus, cosinus, dan tangen.

Pada segitiga siku-siku dengan sudut θ\theta, rumus dasarnya adalah

sinθ=sisi depanhipotenusa\sin \theta = \frac{\text{sisi depan}}{\text{hipotenusa}} cosθ=sisi sampinghipotenusa\cos \theta = \frac{\text{sisi samping}}{\text{hipotenusa}} tanθ=sisi depansisi samping\tan \theta = \frac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}}

Kalau yang Anda cari adalah "rumus trigonometri", biasanya tiga rumus ini yang paling dulu harus benar-benar paham. Setelah itu, barulah identitas seperti sin2θ+cos2θ=1\\sin^2 \theta + \\cos^2 \theta = 1 terasa lebih masuk akal.

Apa yang Dimaksud Sisi Depan dan Sisi Samping

Istilah ini selalu bergantung pada sudut yang sedang dibahas.

Jika sudut acuannya adalah θ\theta, maka:

  1. sisi depan adalah sisi yang berhadapan dengan θ\theta,
  2. sisi samping adalah sisi yang menempel pada θ\theta tetapi bukan hipotenusa,
  3. hipotenusa adalah sisi terpanjang pada segitiga siku-siku.

Ini penting karena banyak kesalahan trigonometri bukan berasal dari rumusnya, tetapi dari salah memberi nama sisi.

Intuisi Singkat di Balik Sin, Cos, dan Tan

sinθ\sin \theta memberi tahu seberapa besar "komponen vertikal" dibandingkan hipotenusa. cosθ\cos \theta memberi tahu seberapa besar "komponen mendatar" dibandingkan hipotenusa. Sementara itu, tanθ\tan \theta membandingkan tinggi terhadap alas.

Itu sebabnya rumus trigonometri sering dipakai saat kita ingin mencari tinggi, jarak mendatar, atau kemiringan. Dalam fisika, geometri, dan teknik, pola ini muncul terus.

Rumus Trigonometri Dasar yang Paling Sering Dipakai

Untuk level dasar, fokus pada empat hubungan ini:

sinθ=sisi depanhipotenusa\sin \theta = \frac{\text{sisi depan}}{\text{hipotenusa}} cosθ=sisi sampinghipotenusa\cos \theta = \frac{\text{sisi samping}}{\text{hipotenusa}} tanθ=sisi depansisi samping\tan \theta = \frac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} sin2θ+cos2θ=1\sin^2 \theta + \cos^2 \theta = 1

Tiga rumus pertama dipakai langsung pada segitiga siku-siku. Rumus keempat adalah identitas dasar yang sering dipakai untuk menghubungkan sin\sin dan cos\cos.

Kalau soal tidak melibatkan segitiga siku-siku, Anda tidak bisa langsung memakai rasio sisi di atas tanpa alasan tambahan. Dalam kasus seperti itu, biasanya dipakai aturan sinus, aturan cosinus, atau pendekatan lingkaran satuan.

Contoh Soal yang Jelas

Sebuah segitiga siku-siku memiliki sudut θ=30\theta = 30^\circ dan hipotenusa 1010. Berapa panjang sisi depan terhadap sudut itu?

Karena yang dicari adalah sisi depan dan yang diketahui adalah hipotenusa, rumus yang paling pas adalah

sinθ=sisi depanhipotenusa\sin \theta = \frac{\text{sisi depan}}{\text{hipotenusa}}

Substitusikan nilai yang diketahui:

sin30=x10\sin 30^\circ = \frac{x}{10}

Karena

sin30=12\sin 30^\circ = \frac{1}{2}

maka

12=x10\frac{1}{2} = \frac{x}{10}

sehingga

x=5x = 5

Jadi panjang sisi depan adalah 55.

Alasan jawaban ini masuk akal: pada sudut 3030^\circ, sisi depan memang lebih pendek daripada hipotenusa. Kalau hasil akhirnya lebih besar dari 1010, hampir pasti ada kesalahan setup.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Salah memilih rumus

Jika diketahui sisi depan dan hipotenusa, gunakan sin\sin, bukan cos\cos. Jika diketahui sisi samping dan hipotenusa, gunakan cos\cos.

Salah menentukan sudut acuan

Sisi depan untuk sudut AA belum tentu tetap menjadi sisi depan untuk sudut BB. Begitu sudut berubah, nama sisinya bisa ikut berubah.

Menganggap semua soal trigonometri adalah segitiga siku-siku

Rumus rasio dasar di atas langsung berlaku untuk segitiga siku-siku. Jika segitiganya bukan siku-siku, perlu rumus lain.

Mode kalkulator salah

Nilai sin30\sin 30^\circ berbeda konteksnya dengan sin30\sin 30 radian. Jika soal memakai derajat, kalkulator juga harus dalam mode derajat.

Kapan Rumus Trigonometri Dipakai

Rumus trigonometri sering dipakai saat:

  1. mencari tinggi pohon, gedung, atau tiang dari sudut elevasi,
  2. mencari panjang sisi segitiga yang belum diketahui,
  3. menganalisis kemiringan atau arah gaya,
  4. mempelajari gelombang, rotasi, dan gerak periodik.

Untuk siswa, kegunaan paling langsung biasanya ada di soal geometri dan fisika dasar.

Cara Belajar Agar Cepat Paham

Jangan mulai dengan menghafal banyak rumus sekaligus. Mulailah dari pertanyaan ini: "Saya tahu sisi apa, saya cari sisi apa, dan sudut mana yang dipakai?"

Kalau tiga hal itu jelas, memilih antara sin\sin, cos\cos, dan tan\tan biasanya menjadi jauh lebih mudah. Setelah itu, barulah latihan identitas dan soal yang lebih kompleks terasa lebih ringan.

Langkah Praktis Berikutnya

Coba buat versi Anda sendiri dari contoh tadi: ganti sudut menjadi 6060^\circ dan hipotenusa menjadi 1212, lalu cari sisi depannya. Setelah itu, ulangi soal yang sama tetapi cari sisi sampingnya. Latihan kecil seperti ini biasanya lebih efektif daripada menghafal daftar rumus panjang.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →