Rumus luas bangun datar dipakai untuk menghitung besar daerah pada bentuk dua dimensi seperti persegi, segitiga, trapesium, dan lingkaran. Jika kamu mencari ringkasan cepat, ini rumus yang paling sering dipakai:

  • Persegi: L=s2L = s^2
  • Persegi panjang: L=p×lL = p \times l
  • Segitiga: L=12×a×tL = \frac{1}{2} \times a \times t
  • Jajar genjang: L=a×tL = a \times t
  • Trapesium: L=12×(a+b)×tL = \frac{1}{2} \times (a + b) \times t
  • Lingkaran: L=πr2L = \pi r^2
  • Belah ketupat: L=12×d1×d2L = \frac{1}{2} \times d_1 \times d_2
  • Layang-layang: L=12×d1×d2L = \frac{1}{2} \times d_1 \times d_2

Di sini, ss adalah sisi, pp panjang, ll lebar, aa alas, tt tinggi, rr jari-jari, dan d1d_1 serta d2d_2 adalah diagonal. Untuk trapesium, aa dan bb harus sisi yang sejajar. Untuk lingkaran, jika yang diketahui diameter dd, ubah dulu menjadi r=d2r = \frac{d}{2}.

Apa yang dimaksud luas bangun datar

Luas bisa dibayangkan sebagai banyaknya kotak satuan yang menutupi bagian dalam sebuah bangun. Jadi, saat kamu menghitung luas, kamu tidak sedang mencari panjang tepi bangun, tetapi besar daerah di dalamnya.

Itulah sebabnya hasil luas selalu ditulis dalam satuan persegi, seperti cm2\mathrm{cm}^2 atau m2\mathrm{m}^2. Jika satuannya bukan satuan persegi, biasanya ada langkah yang keliru.

Kapan memakai rumus luas yang berbeda

Pilih rumus berdasarkan bentuk bangunnya, bukan berdasarkan angka yang paling mudah dipakai.

Rumus persegi dan persegi panjang dipakai saat semua ukuran sisi atau panjang-lebar sudah jelas. Rumus segitiga, jajar genjang, dan trapesium membutuhkan tinggi yang tegak lurus, bukan sembarang sisi miring. Rumus lingkaran dipakai jika kamu tahu jari-jari, atau bisa mendapatkannya dari diameter.

Kalau bangunnya gabungan, seperti taman berbentuk persegi panjang dengan setengah lingkaran di ujungnya, biasanya luas dihitung per bagian lalu dijumlahkan.

Contoh menghitung luas segitiga

Sebuah segitiga memiliki alas 1010 cm dan tinggi 66 cm. Berapa luasnya?

Gunakan rumus luas segitiga:

L=12×a×tL = \frac{1}{2} \times a \times t

Masukkan nilainya:

L=12×10×6=30L = \frac{1}{2} \times 10 \times 6 = 30

Jadi luas segitiga itu adalah 30cm230\,\mathrm{cm}^2.

Contoh ini penting karena banyak siswa keliru memakai sisi miring sebagai tinggi. Jika soal juga memberi sisi lain, misalnya 88 cm, angka itu tidak otomatis dipakai dalam rumus luas. Yang dipakai tetap tinggi yang tegak lurus pada alas.

Kesalahan umum saat menghitung luas bangun datar

Kesalahan pertama adalah tertukar antara luas dan keliling. Jika yang diminta luas, hasilnya harus menyatakan daerah, bukan jumlah sisi.

Kesalahan kedua adalah memakai ukuran yang salah. Pada lingkaran, banyak siswa langsung memasukkan diameter ke L=πr2L = \pi r^2, padahal rumus itu memakai jari-jari. Pada segitiga dan trapesium, tinggi juga harus benar-benar tegak lurus terhadap alas.

Kesalahan ketiga adalah lupa satuan luas. Jika panjang diukur dalam cm, hasil luas harus dalam cm2\mathrm{cm}^2, bukan cm.

Di mana rumus luas bangun datar dipakai

Rumus luas bangun datar dipakai dalam soal geometri sekolah, tetapi juga muncul dalam situasi nyata. Contohnya saat menghitung luas lantai, luas kertas, luas kebun, atau kebutuhan bahan penutup pada permukaan datar.

Karena itu, memahami bentuk bangun dan arti setiap ukuran lebih penting daripada sekadar menghafal daftar rumus.

Coba soal serupa

Coba pilih satu bangun datar yang paling sering muncul di kelasmu, lalu tulis rumus luasnya tanpa melihat catatan. Setelah itu, buat satu soal sederhana dengan angkamu sendiri dan cek dua hal: apakah rumusnya cocok untuk bentuk itu, dan apakah jawaban akhirnya sudah memakai satuan persegi.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →