Pemrograman berorientasi objek, atau OOP, adalah cara mengatur kode berdasarkan objek. Sebuah objek menyimpan data yang saling terkait beserta metode yang bekerja pada data tersebut dalam satu tempat, sehingga program dapat memodelkan hal seperti rekening bank, keranjang belanja, atau karakter game dengan lebih langsung.

Di pusat OOP ada dua istilah: class dan object. Class menjelaskan apa yang harus dimiliki sesuatu dan apa yang bisa dilakukannya. Object adalah satu instance nyata yang dibuat dari class tersebut.

Apa Arti Pemrograman Berorientasi Objek

Bayangkan class sebagai cetak biru dan object sebagai benda nyata yang dibangun dari cetak biru itu. Class BankAccount mungkin mendefinisikan saldo serta metode seperti deposit dan withdraw. Rekening Alice dan rekening Bob akan menjadi dua object terpisah yang mengikuti aturan yang sama tetapi menyimpan saldo yang berbeda.

Inilah sebabnya orang mengatakan bahwa OOP menggabungkan state dan behavior. State berarti data yang disimpan oleh sebuah object. Behavior berarti tindakan yang diizinkan oleh object tersebut.

Mengapa OOP Bisa Membuat Kode Lebih Mudah Diikuti

OOP membantu ketika sebuah program memiliki entitas yang jelas dengan aturannya masing-masing. Jika saldo milik rekening, maka kode yang mengubah saldo biasanya juga seharusnya berada di sana. Itu membuat lebih mudah melihat di mana tanggung jawab berada.

Ini tidak berarti setiap program harus memakai class di mana-mana. OOP berguna ketika pengelompokan state dan behavior membuat desain lebih jelas. Jika masalahnya sebagian besar hanya pemrosesan data sederhana, fungsi biasa mungkin lebih mudah dibaca.

Contoh OOP Dengan Class BankAccount

Berikut contoh kecil yang menunjukkan ide intinya:

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →