Logam dan nonlogam terutama berbeda dalam cara atomnya menangani elektron serta sifat-sifat yang muncul dari hal itu. Secara umum, logam menghantarkan panas dan listrik dengan baik dan cenderung lebih mudah melepaskan elektron, sedangkan nonlogam biasanya merupakan penghantar yang lebih buruk dan lebih sering menerima elektron atau berbagi elektron dalam ikatan kovalen.

Ini adalah pola umum, bukan aturan tanpa pengecualian. Jika Anda membutuhkan prediksi yang tepat, unsur spesifik dan kondisi kimianya tetap penting.

Logam vs Nonlogam Sekilas

  • Logam sering kali mengilap, dapat ditempa, dan merupakan penghantar yang baik.
  • Nonlogam sering kali kusam atau rapuh jika berwujud padat dan biasanya merupakan penghantar yang buruk.
  • Logam sering membentuk ion positif yang disebut kation.
  • Nonlogam sering membentuk ion negatif dalam senyawa ionik atau berbagi elektron dalam senyawa kovalen.

Itulah gagasan utama yang biasanya perlu dipahami siswa terlebih dahulu. Alasan yang lebih mendalam berkaitan dengan perilaku elektron.

Mengapa Perbedaan Ini Ada

Perbedaan antara logam dan nonlogam terutama berkaitan dengan seberapa kuat atom menahan elektron terluarnya. Logam umumnya menahan elektron-elektron itu kurang kuat dibandingkan nonlogam, sehingga logam lebih mudah melepaskan elektron dalam banyak reaksi. Nonlogam biasanya menarik elektron lebih kuat, sehingga lebih sering menerima elektron atau membaginya.

Hal ini membantu menjelaskan dua pola umum. Logam yang dipasangkan dengan nonlogam sering membentuk senyawa ionik, karena perpindahan elektron menguntungkan dalam banyak kasus. Logam juga cenderung menghantarkan listrik dengan baik karena elektron dapat bergerak melalui padatan logam lebih bebas daripada dalam kebanyakan padatan nonlogam.

Sifat-Sifat Logam

Logam sering kali mengilap, merupakan penghantar panas dan listrik yang baik, serta dapat ditempa, yang berarti dapat dibentuk tanpa patah. Banyak logam juga bersifat ulet, sehingga dapat ditarik menjadi kawat.

Sebagian besar logam berwujud padat pada suhu kamar, tetapi tidak semuanya. Merkuri adalah pengecualian yang dikenal karena berwujud cair pada suhu kamar.

Dalam reaksi, logam sering membentuk ion positif. Natrium umumnya membentuk Na+Na^+, magnesium umumnya membentuk Mg2+Mg^{2+}, dan aluminium umumnya membentuk Al3+Al^{3+} dalam soal kimia dasar.

Sifat-Sifat Nonlogam

Nonlogam biasanya merupakan penghantar panas dan listrik yang lebih buruk. Jika suatu nonlogam berwujud padat, biasanya ia rapuh, bukan dapat ditempa.

Banyak nonlogam berwujud gas pada suhu kamar, tetapi tidak semuanya. Karbon, sulfur, dan fosfor adalah nonlogam padat, dan bromin adalah nonlogam cair.

Secara kimia, nonlogam sering membentuk ion negatif dalam senyawa ionik atau berbagi elektron dalam senyawa kovalen. Klorin sering membentuk ClCl^- dalam senyawa ionik, sedangkan oksigen umumnya membentuk O2O^{2-} dalam banyak contoh sederhana.

Contoh Pembahasan: Aluminium vs Sulfur

Aluminium adalah logam. Sulfur adalah nonlogam. Bahkan sebelum Anda mempelajari reaksi tertentu, sifat-sifat umumnya sudah menunjukkan arah yang berbeda.

Selembar aluminium foil dapat ditekuk tanpa hancur dan menghantarkan listrik dengan baik. Sulfur padat rapuh dan tidak menunjukkan daya hantar listrik yang sama mudahnya. Perbedaan ini sesuai dengan aturan umum: logam cenderung merupakan penghantar yang dapat ditempa, sedangkan nonlogam padat sering kali merupakan isolator yang rapuh.

Pola kimianya juga sesuai. Aluminium cenderung melepaskan elektron dan membentuk ion positif, sedangkan sulfur dapat menerima elektron dalam kondisi ionik. Dalam model dasar, hal ini membantu menjelaskan mengapa logam dan nonlogam sering membentuk senyawa ionik.

Inti dari contoh ini bukan bahwa setiap logam berperilaku persis seperti aluminium atau setiap nonlogam persis seperti sulfur. Contoh ini menunjukkan bagaimana sifat fisik dan perilaku elektron biasanya selaras dalam pasangan yang sederhana dan mudah diingat.

Kesalahan Umum tentang Logam dan Nonlogam

Menganggap mengilap berarti logam

Kilap memang umum pada logam, tetapi itu bukan satu-satunya uji yang lengkap. Beberapa nonlogam juga dapat tampak mengilap.

Mengira semua nonlogam adalah gas

Banyak nonlogam berwujud gas pada suhu kamar, tetapi tidak semuanya. Sulfur dan karbon adalah nonlogam padat, dan bromin adalah nonlogam cair.

Menganggap pola ini selalu tepat

Ini adalah pola umum, bukan hukum yang mutlak. Daya hantar, penampilan, kekerasan, dan reaktivitas dapat berbeda dari satu unsur ke unsur lain.

Melupakan metaloid

Beberapa unsur, seperti silikon, menunjukkan perilaku peralihan. Unsur-unsur ini biasanya dikelompokkan sebagai metaloid, bukan dipaksa masuk sepenuhnya ke kategori logam atau nonlogam.

Kapan Klasifikasi Ini Membantu

Gagasan logam-versus-nonlogam berguna ketika Anda ingin membuat prediksi awal dengan cepat. Ini membantu ketika Anda:

  1. memperkirakan apakah suatu unsur lebih mungkin membentuk kation atau anion
  2. memprediksi apakah suatu bahan mungkin menghantarkan listrik dengan baik
  3. membuat dugaan awal tentang ikatan ionik versus kovalen
  4. membaca tren periodik umum di seluruh tabel periodik
  5. menghubungkan jenis unsur dengan kemungkinan penggunaannya, seperti pengkabelan atau isolasi

Ini adalah titik awal, bukan keseluruhan cerita. Untuk prediksi yang tepat, Anda tetap memerlukan unsur, senyawa, dan kondisi yang spesifik.

Coba Perbandingan Serupa

Cobalah versi Anda sendiri dengan magnesium dan oksigen. Pertama, klasifikasikan masing-masing unsur sebagai logam atau nonlogam, lalu prediksi mana yang lebih mungkin melepaskan elektron, mana yang lebih mungkin menerima elektron, dan apakah senyawanya lebih mungkin bersifat ionik atau kovalen. Jika Anda ingin contoh lain, bandingkan natrium dan klorin berikutnya.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →