Konfigurasi elektron menunjukkan bagaimana elektron dalam atom tersusun di dalam orbital. Jika ingin versi singkatnya, anggap ini sebagai peta tentang ke mana elektron pergi dan dalam urutan apa mereka mengisi. Peta ini membantu menjelaskan elektron valensi, pola ikatan, kemagnetan, dan tren periodik.

Untuk sebagian besar soal kimia dasar, ada tiga aturan yang melakukan hampir semua pekerjaan: isi orbital berenergi lebih rendah terlebih dahulu, tempatkan paling banyak dua elektron dalam satu orbital, dan sebarkan elektron ke orbital yang berenergi sama sebelum berpasangan. Aturan-aturan ini sering diperkenalkan sebagai prinsip Aufbau, prinsip larangan Pauli, dan kaidah Hund.

Apa Arti Notasinya

Konfigurasi seperti 1s22s22p61s^2 2s^2 2p^6 memiliki tiga bagian:

  • angka menunjukkan tingkat energi utama
  • huruf menunjukkan subkulit, seperti ss, pp, dd, atau ff
  • superskrip menunjukkan berapa banyak elektron dalam subkulit tersebut

Jadi 2p62p^6 berarti "enam elektron dalam subkulit 2p2p."

Anda juga akan melihat bentuk singkat gas mulia. Misalnya, sulfur dapat ditulis sebagai [Ne]3s23p4[Ne]3s^2 3p^4. Bagian [Ne][Ne] mewakili konfigurasi dalam neon yang sudah terisi penuh, yaitu 1s22s22p61s^2 2s^2 2p^6.

Tiga Aturan yang Paling Penting

Prinsip Aufbau

Dalam skema pengisian dasar yang biasa digunakan, elektron masuk ke orbital berenergi lebih rendah sebelum orbital berenergi lebih tinggi. Ini menghasilkan urutan umum

1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p,1s,\ 2s,\ 2p,\ 3s,\ 3p,\ 4s,\ 3d,\ 4p,\dots

Ini adalah aturan praktis untuk banyak soal di kelas, bukan jaminan bahwa setiap atom akan berperilaku sama dalam setiap konteks.

Prinsip Larangan Pauli

Satu orbital dapat menampung paling banyak dua elektron, dan jika dua elektron menempati orbital yang sama, keduanya harus memiliki spin yang berlawanan. Itulah sebabnya subkulit ss menampung paling banyak dua elektron dan subkulit pp menampung paling banyak enam.

Kaidah Hund

Jika beberapa orbital memiliki energi yang sama, elektron mengisinya satu per satu sebelum berpasangan. Dalam subkulit pp, itu berarti ketiga orbital pp masing-masing mendapat satu elektron sebelum ada orbital yang mendapat elektron kedua.

Contoh Dikerjakan: Sulfur

Atom sulfur netral memiliki nomor atom 16, jadi memiliki 16 elektron.

Isikan secara berurutan:

  1. 1s21s^2 menggunakan 2 elektron.
  2. 2s22s^2 membuat totalnya menjadi 4.
  3. 2p62p^6 membuat totalnya menjadi 10.
  4. 3s23s^2 membuat totalnya menjadi 12.
  5. Sisa 4 elektron masuk ke 3p3p, jadi bagian terakhirnya adalah 3p43p^4.

Konfigurasi elektron lengkapnya adalah

1s22s22p63s23p41s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^4

Versi singkatnya adalah

[Ne]3s23p4[Ne]3s^2 3p^4

Bagian yang sering membingungkan adalah 3p43p^4. Karena kaidah Hund, tiga elektron pertama pada 3p3p masuk ke orbital-orbital pp yang terpisah. Elektron keempat berpasangan dengan salah satunya. Jadi sulfur tidak mulai dengan membentuk dua pasangan dalam himpunan 3p3p.

Mengapa Konfigurasi Elektron Berguna

Konfigurasi elektron bukan sekadar notasi untuk dihafal. Ini membantu Anda memprediksi berapa banyak elektron valensi yang dimiliki atom, apakah suatu spesies cenderung menerima atau melepaskan elektron, dan apakah ada elektron tak berpasangan.

Itulah sebabnya gagasan ini muncul dalam struktur atom, tren periodik, ikatan, dan kemagnetan. Jika konfigurasinya salah, penalaran berikutnya biasanya juga salah.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Lupa Mengubah Jumlah Elektron untuk Ion

Atom netral dan ionnya tidak memiliki jumlah elektron yang sama. Misalnya, ClCl memiliki 17 elektron, tetapi ClCl^- memiliki 18.

Berpasangan Terlalu Cepat dalam Subkulit pp

Untuk p2p^2 atau p3p^3, elektron harus menyebar terlebih dahulu sebelum berpasangan. Jika Anda memasangkan terlalu cepat, Anda melanggar kaidah Hund.

Menganggap Urutan Pengisian sebagai Aturan yang Tidak Boleh Diganggu Gugat

Urutan standar bekerja dengan baik untuk banyak soal pemula, tetapi beberapa kasus logam transisi merupakan pengecualian. Ion juga dapat memerlukan perhatian ekstra, terutama ketika elektron dilepas dari logam transisi.

Tidak Memeriksa Jumlah Total Elektron

Sebuah konfigurasi bisa terlihat rapi tetapi tetap salah jika superskripnya tidak berjumlah sesuai dengan jumlah elektron yang benar.

Kapan Konsep Ini Digunakan

Gunakan konfigurasi elektron ketika Anda perlu menghubungkan posisi suatu unsur dalam tabel periodik dengan perilakunya. Ini sangat berguna untuk elektron valensi, pembentukan ion umum, perilaku magnetik, dan pertanyaan ikatan tingkat dasar.

Dalam kimia yang lebih lanjut, gagasan yang sama juga mendukung topik seperti spektroskopi dan kimia logam transisi. Notasinya sederhana, tetapi akibatnya luas.

Cara Cepat untuk Memeriksa Jawaban Anda

Sebelum lanjut, ajukan tiga pertanyaan:

  1. Apakah jumlah superskrip sesuai dengan jumlah elektron yang benar?
  2. Apakah ada orbital yang mendapat lebih dari dua elektron?
  3. Apakah orbital-orbital berenergi sama terisi satu-satu sebelum berpasangan?

Tiga pemeriksaan ini menangkap sebagian besar kesalahan pemula dengan cepat.

Coba Kasus Serupa

Cobalah menulis konfigurasi untuk fosfor, lalu bandingkan dengan sulfur. Perbandingan satu langkah ini berguna karena fosfor berakhir pada 3p33p^3 sedangkan sulfur berakhir pada 3p43p^4, sehingga Anda dapat melihat kaidah Hund bekerja, bukan hanya membacanya.

Butuh bantuan mengerjakan soal?

Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.

Buka GPAI Solver →