Respirasi pada tumbuhan adalah proses yang digunakan sel tumbuhan untuk melepaskan energi dari glukosa dan molekul organik lainnya serta menangkap sebagian energi itu dalam ATP. Tumbuhan berespirasi sepanjang waktu, bukan hanya pada malam hari, karena sel hidup di akar, batang, daun, bunga, dan biji semuanya memerlukan pasokan energi yang konstan.
Dalam kondisi aerob, salah satu persamaan bersih yang umum adalah
Persamaan ini hanya merupakan ringkasan dari masukan dan keluaran secara keseluruhan. Respirasi terjadi melalui banyak tahap yang dikendalikan enzim, dan proses ini tetap berlangsung bahkan ketika fotosintesis juga sedang terjadi.
Apa Sebenarnya Arti Respirasi pada Tumbuhan
Sel tumbuhan memerlukan ATP untuk menjalankan proses seperti transpor aktif, pertumbuhan, perbaikan jaringan, sintesis molekul baru, dan pemuatan gula ke dalam floem. Gula yang dihasilkan oleh fotosintesis menyimpan energi kimia, tetapi sel tetap harus melepaskan energi itu secara terkontrol sebelum dapat menggunakannya.
Respirasi menyelesaikan masalah itu. Proses ini memecah pelepasan energi menjadi tahap-tahap yang lebih kecil, sehingga sel dapat menangkap sebagian energi dalam ATP alih-alih kehilangan semuanya sekaligus sebagai panas.
Di Mana Respirasi Tumbuhan Terjadi
Respirasi terjadi pada sel tumbuhan yang hidup di seluruh bagian tumbuhan, termasuk akar, batang, daun, bunga, dan biji yang sedang berkembang. Pada sel tumbuhan eukariotik, glikolisis dimulai di sitoplasma, dan tahap aerob berikutnya terutama berlangsung di mitokondria.
Itulah sebabnya akar tetap berespirasi meskipun tidak berfotosintesis. Itulah juga sebabnya tumbuhan terus berespirasi baik pada siang maupun malam hari.
Respirasi pada Tumbuhan vs Fotosintesis
Fotosintesis dan respirasi saling berhubungan, tetapi keduanya bukan proses yang sama dalam arah terbalik. Fotosintesis menggunakan energi cahaya untuk membentuk molekul organik yang kaya energi. Respirasi melepaskan energi yang dapat digunakan dari molekul-molekul itu agar sel dapat melakukan kerja.
Pada daun hijau di siang hari, kedua proses dapat terjadi pada saat yang sama. Jika fotosintesis berlangsung lebih cepat daripada respirasi, tumbuhan dapat menunjukkan penyerapan bersih dan pelepasan bersih . Kondisi itu tidak berarti respirasi telah berhenti. Itu berarti fotosintesis memberikan pengaruh bersih yang lebih besar pada saat tersebut.
Contoh Pembahasan: Mengapa Akar Membutuhkan Oksigen
Bayangkan tanah yang tergenang air setelah hujan lebat. Sel akar tetap memerlukan ATP untuk menyerap ion mineral dan mempertahankan kondisi internalnya. Namun, ketika pori-pori tanah terisi air, jauh lebih sedikit oksigen yang dapat berdifusi ke akar.
Dengan ketersediaan oksigen yang lebih rendah, respirasi aerob menjadi terbatas. Sel akar kemudian tidak dapat menghasilkan ATP seefisien saat berada di tanah yang memiliki aerasi baik. Penyerapan ion dan fungsi akar dapat terganggu, dan seluruh tumbuhan mungkin mulai layu meskipun air ada di sekitar akar.
Contoh ini menunjukkan poin utamanya: respirasi pada tumbuhan bukan tentang membuat makanan. Respirasi adalah tentang menghasilkan energi yang dapat digunakan dari makanan yang tersimpan, dan ketersediaan oksigen dapat sangat memengaruhi proses itu.
Kesalahan Umum tentang Respirasi pada Tumbuhan
Kesalahan 1: Mengira Tumbuhan Hanya Berespirasi pada Malam Hari
Tumbuhan berespirasi sepanjang waktu. Pada malam hari, fotosintesis biasanya berhenti karena tidak ada cahaya, tetapi respirasi tetap berlangsung.
Kesalahan 2: Mencampuradukkan Respirasi dengan Pertukaran Gas
Tumbuhan memang melakukan pertukaran gas, tetapi respirasi sendiri adalah proses metabolisme seluler di dalam sel. Pertukaran gas mendukung respirasi; itu bukan hal yang sama dengan respirasi.
Kesalahan 3: Menganggap Hanya Daun yang Berespirasi
Semua jaringan tumbuhan yang hidup berespirasi. Akar, buah, biji, dan tunas yang sedang tumbuh semuanya memerlukan ATP.
Kesalahan 4: Menganggap Fotosintesis dan Respirasi sebagai Kebalikan yang Tepat
Persamaan bersih keduanya memang tampak berkaitan, tetapi jalur, organel, enzim, dan peran biologisnya berbeda.
Kapan Respirasi pada Tumbuhan Penting
Respirasi pada tumbuhan penting dalam fisiologi tumbuhan, ilmu tanaman, biologi penyimpanan, dan ekologi. Konsep ini membantu menjelaskan mengapa akar memerlukan oksigen, mengapa buah yang sudah dipanen terus berubah setelah dipetik, mengapa biji yang berkecambah menggunakan cadangan makanan, dan mengapa suhu dapat memengaruhi metabolisme tumbuhan.
Topik ini sangat berguna ketika Anda ingin memahami perbedaan antara penyimpanan energi dan penggunaan energi pada tumbuhan.
Coba Perbandingan Terkait
Bandingkan respirasi pada tumbuhan dengan fotosintesis berikutnya. Melihat keduanya bersama-sama membuat Anda jauh lebih mudah mengingat apa yang disimpan tumbuhan, apa yang digunakannya, dan mengapa kedua proses itu penting.
Butuh bantuan mengerjakan soal?
Unggah pertanyaanmu dan dapatkan solusi terverifikasi langkah demi langkah dalam hitungan detik.
Buka GPAI Solver →